Pada tulisan sebelumnya pembaca telah mendapatkan pemahaman tentang inti fitrah manusia,inti agama tauhid (islam)dan inti isi kandungan Al Qur'an. Untuk lebih mudah di ingat, kembali saya akan menulis ringkasan tulisan yang lalu.
Manusia pada dasar penciptaannya (fitrahnya) memiliki kecenderungan kepada agama tauhid. Yaitu Kecenderungan kepada :
1.Nilai Tauhid
2.Nilai kesucian
3.Nilai ketuntundukan dan kepatuhan
4.Nilai Kemerdekan
5.Nilai Keadilan
Sedangkan agama tauhid (islam), membawa ajaran yang memuat nilai nilai yang di cenderungi dan di butuhkan jiwa manusia tersebut. Yaitu :
1.Ajaran Tauhid (Rukun iman dan syahadatain)
2.Ajaran Kesucian ( Thoharoh ;wudhu',mandi, kebersihan, taubat,tazkiyyah )
3.Ajaran Ketundukan ( Sholat,tilawah, dzikir, do,a,mengikuti aturan Allah )
4.Ajaran kemerdekaan ( Puasa,menundukkan hawa nafsu, zuhud, wara',Qonaah,ridha,syukur, tawakkal, takwa, dll )
5.Ajaran keadilan. ( zakat, shodaqoh,saling menyayangi,tolong menolong (ta'awun),menyebarkan ilmu, dakwah, amar makruf nahi mungkar, jihad dll).
Maka, apabila kecenderungan dan kebutuhan jiwa manusia ini telah di penuhi dengan sempurna, dengan cara mengamalkan ajaran agama tauhid ini dengan baik dan sempurna, ia akan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan hidup di dua alam, yaitu alam dunia ini dan alam akhirat kelak.
Disamping itu orang yang telah mampu menjalankan ajaran agama tauhid ini dengan baik dan benar ia akan memiliki kemiripan (tasyabbuh) dengan sifat sifat malaikat dilangit. Sebab para malaikat di langit adalah makhluk Allah yang sejak penciptaannya Allah telah memprogram mereka dengan 5 nilai langit secara sempurna.Mereka para malaikat sejak pertama kali di ciptakan senantiasa dalam keadaan ;
1.Bertasbih dan metauhidkan Allah
2.Suci, ( mereka suci dari kotoran, hadats kecil dan besar juga tidak punya dosa )
3.Tunduk kepada Allah ( mereka melakukan apa yang di tugaskan dan tidak pernah maksiat (menentang perintah Allah )
4.Bebas dan tidak memiliki hawa nafsu ( merdeka ).
5.Memiliki sifat kasih sayang yang luas ( keadilan)
Inilah salah satu makna dari ayat al Qur'an ;
ان الدين عند الله الاسلام
"Sesungguhnya agama disisi Allah adalam Islam"
Adapun kitab kitab Allah yang di turunkan ke bumi kepada para Rasul-Nya adalah memuat program program yang telah Allah programkan kepada para malaikatnya di langit, agar di programkan pula kepada manusia di muka bumi.Sehingga apabila seseorang berhasil terprogram dengan program program langit ini maka antara dia dengan malaikat di langit akan terjadi kemiripan sifat. sehingga dengan sendrinya ia akan bisa menarik sifat sifat positif para malaikai di langit sana kedalam dirinya yang ada di bumi. Antara dia dan malaikat selalu terjadi resonansi (getaran) di mana malaikat di langit selalu akan memberikan ilham ilham kebaikan kepadanya yang akan menuntunnya kejalan yang lurus.
Hukum Kemiripan.
Kemiripan akan menarik kemiripan, inilah yang di perkenalkan oleh Rhonda Byrni dalam bukunya "The scret" yang lagi menggemparkan dunia saat ini. Bahwa di jagat raya ini ada satu daya yang sama. Apabila seseorang berfikir positif maka ia akan menarik seluruh hal hal yang positif kedalam dirinya sesuai dengan apa yang ada di fikirannya.Sayangnya kebanyakan manusia selalu terfikir kedalam dirinya sesuatu yang tidak diinginkan, sehingga ia menarik hal yang tidak di inginkan itu kedalam dirinya, sebagai konsekwensi dari hukum tarik menarik ini.
Allah swt, pencipta manusia dan alam semesta ini telah menurunkan kitabnya kepada manusia yang terpilih sebagai petunjuk kepada manusia untuk meraih kebahagiaannya di dunia dan akhirat. Didalam kitab inilah diungkap segala rahasia kehidupan, termasuk rahasia kebahagiaan manusia. Sebelum Rhonda Byrni menulis bukunya The scret, Allah swt telah menurunkan Al Qur'an yang menjelaskan rahasia ini jauh lebih luas dan lebih jelas. Allah swt menciptakan manusia yang memiliki potensi positif dan negatif. Dan sebelumnya Allah telah menciptakan Malaikat dengan hanya memiliki potensi Positif. Disamping itu Allah juga menciptakan iblis dengan memiliki potensi hanya negatif.
Al Qur'an turun dengan membawa program program langit dimana apabila manusia berhasil memogram dirinya atau melalui perantara orang lain dengan program ini, maka terjadilah perubahan dalam hidupnya. Ia selalu akan berfikir positif seperti para malaikat di langit, sesuai dengan nilai nilai yang ada di langit. Ia akan selalu berfikir untuk menjaga tauhid di dadanya, ia akan selalu berfikir untuk mensucikan dirinya dari dosa dosa, ia akan selalu berfikir untuk selalu tunduk dan patuh pada aturan agamannya, ia selalu berfikir untuk menghias dirinya takwa dan ia selalu berfikir bagaimana berbaikan kepada orang lain.
Semua pemikiran ini akan menarik semua potensi potensi positif yang ada pada kehidupan para malaikat di langit dan menjadikan dirinya selalu berbahagia sebagaimana para malaikat selalu berbahagia. Inilah hukum kemiripan yang di perkenalkan oleh Al Qur'an kepada manusia.
Akan tetapi manakala manusia gagal untuk memprogram dirinya dengan program langit ini maka manusia akan terjadi kemiripan dengan binatang bahkan terjadi kemiripan dengan iblis. Sehingga jadilah manusia itu seperti binatang dan iblis sebagaimana di jelaskan dalam Al Qur'an. Wallahu A'lam
Jumat, 19 Maret 2010
Rabu, 17 Maret 2010
Manajemen Al Qur'an 2
Syah Waliyyullah Dahlawiy dalam salah satu kitabnya "Fauzul Kabir Fi Ushulit Tafsir" menjelaskan,bahwa isi kandungan al Qur'an secara manthuq (jelas) itu ada 5 , yaitu :
1.Memberi peringatan kepada manusia tentang Allah swt,sifat sifat-Nya,nama nama-Nya, tanda tanda keagungan-Nya,nikmat nikmat-Nya (perbuatan-Nya) (التذكير بالله وصفاته وألائه)
2.Memberi peringatan kepada manusia tentang hari hari Allah, Yaitu hari dimana Allah memuliakan dan menyelamatkan para kekasihnya, seperti para Nabi,para sholihin di masa lalu. Begitu pula hari di mana Allah telah menghinakan dan mebinasakan musuh musuh-Nya, seperti Namrud, Fir'aun dan bala tentaranya,Qorun, dan seterusnya. (التذكير بأيّام الله)
3.Memberi peringatan kepada manusia tentang kematian dan setelah kematian, seperti hari kiamat, hari berbangkit, hari mahsyar, hisab, shirot, surga dan neraka.(التذكير
بالموت وما بعده)
4.Memberi peringatan kepada manusia tentang bantahan Allah kepada 4 kelompok sesat, yaitu orang musrikin,nashoro, yahudi dan munafik.(التذكير بالمخاصمة بالفرقة الأربع
5.Memberi peringatan kepada manusia tentang Hukum hukum Allah, yaitu yang berkaitan
dengan perintah perintah dan larangan larangan Allah, baik ibadah, mu'amalah, mu'asyaroh dan akhlak. (التذكير بأحكام الله)
Mulai dari isi kandungan al Qur'an yang ke 1 sampai ke 3 ini merupakan inti inti ajaran aqidah, tauhid dan keimanan. Yaitu berkaitan dengan keimanan kepada Allah dan sifat sifat-Nya, keimanan kepada kitab kitab-Nya, keimanan kepada Rasul Rasul-Nya dan keimanan kepada hari akhirat. Oleh karena itu, mayoritas ayat ayat al Qur'an yang berkaitan dengan misi misi ini merupakan ayat ayat makkiyyah. Dan ayat ayat inilah yang secara sitematis dan sempurna terprogram kedalam fikiran, hati dan perbuatan para shahabat selama kurang lebih 13 tahun di Mekkah.
Pengaruh dari ayat ayat inilah yang telah merobah mereka 180 derajat dari keadaan sebelumnya. Tidak ada lagi tuhan tuhan selain Allah dalam hati mereka, dimana sebelum itu mereka meyakini banyak tuhan. Tidak ada lagi yang di takuti di alam ini selain Allah. Kebesaran Allah telah memenuhi seluruh lubuk lubuk hati mereka.Fikiran, hati dan seluruh kehidupan mereka,mereka berikan hanya kepada Allah semata.Seperti itulah orang orang yang telah berhasil terprogram di dalam dirinya program program ayat ayat makkiyyah, yang merupakan pemograman tahap pertama dalam manajemen langit yang Allah ajarkan kepada Rasul-Nya.
Isi kandungan al Qur'an yang ke 4 adalah untuk memperjelas konsep tauhid dalam islam dengan membongkar kesesatan keyakinan orang orang yang tidak mau menerima ajaran tauhid. Al qur'an membantah musyrikin arab yang menjadikan patung patung bikinan mereka sendiri sebagai tuhan, dengan hujjah yang sebenarnya telah di terima oleh akal dan hati nurani mereka,namun kesombongannyalah yang mumbuat mereka bertahan dalam kemusyrikan.Al Qur'an membantah orang orang yahudi yang telah menjadikan uzair sebagai anak tuhan, dengan hujjah yang sesuai dengan akal sehat dan nurani mereka. Begitu pula kepada orang orang nasrani yang telah menjadikan isa sebagai anak tuhan.Tidak ketinggalan kepada orang orang munafik yang telah menyembunyikan kekafirannya di balik penampilan luar mereka.
Ayat ayat al Qur'an yang mejelaskan tentang hal ini semua menjadikan keyakinan akan ke Esaan Allah semakin tertanam jauh kedalan fikiran dan hati para shahabat dan semakin dalam kebencian mereka terhadap kekafiran kemusyrikan dan kemunafikan. Inilah salah satu cara pemograman tauhid kedalam fikiran dan dada manusia, yaitu di samping memasukkan materi materi tauhid dalam fikiran dan hati manusia, juga bersamaan dengan itu menjelaskan tentang kerendahan dan kehinaan konsep konsep kesyirikan, kekafiran dan kemunafikan, dan menjadikan semua itu sebagai jalan munuju penderitaan yang abadi di neraka. Dan inilah salah satu keunggulan manajemen Al Qur'an.
Adapun isi kandungan al Qur'an yang ke 5 ini berkaitan dengan amalan fisik dan seluruh anggota tubuh berikut harta benda yang di miliki manusia, yang tercakup dalam ibadah mahdhoh,(langsung) seperti wudhu' sholat, puasa, zakat dan haji. Begitu pula ibadah ghairu mahdhoh (tidak langsung) yang berkaitan dengan muamalah mu'asyarah dan akhlak. Pemograman ayat ayat al qur'an yang berkaitan dengan hukum hukum ini keberhasilannya sangat tergantung kepada keberhasilan pemograman tahap pertama di atas, yaitu pemograman ayat ayat iman. Sehingga apabila pemograman pada tahap pertama belum berhasil maka akan sulit dan terasa berat untuk menjalankan perintah perintah dan larangan larangan Allah yang merupakan program lanjutan dari program iman. Yaitu program tahap pertama. Inilah wujud ungkapan para shahabat "
نحن تعلّمنا الايمان ثمّ تعلّمنا القرأن
"Tahap pertama kami belajar iman lalu pada tahap kedua kami belajar (hukum hukum) al Qur'an"
Inilah manajemen al Qur'an, yang merupakan manajemen langit, yang di programkan oleh Allah untuk kebaikan manusia di seluruh alam sampai hari kiamat. Barangsiapa yang ikut andil di dalam tugas pemograman ini, baik dengan cara mentaklimkan al Qur'an atau mendakwahkan isi kandungan al Qur'an, akan mendapatkan bantuan dan pertolongan dari Allah di dunia dengan memberi keberkahan dan bertambahnya hidayah kepada kehidupan mereka dan keluarga mereka. Demikian pula kelak di akhirat, dengan memberikan kedudukan yang tinggi di surga bersama para Nabi dan kekasih kekasih Allah swt. Dan barangsiapa yang menghalang halangi tugas pemograman ini dia akan mendapatkan laknat Allah dan para malaikat di dunia dan akhirat.
Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan, bahwa isi kandungan al Qur'an sebagaimana di jelaskan oleh Syah Waliyullah di atas, dari poin ke 1 sampai ke 4 ini berkaitan dengan Nilai TAUHID. Sedangkan pada poin yang ke 5 ini berkaitan dengan nilai Kesucian (wudhu'), Ketundukan (sholat), Kemerdekan (puasa), dan Keadilan -kasih sayang antar sesama- (Zakat, shodaqoh).
Inilah inti nilai langit, inti ajaran islam dan inti jiwa manusia yang penah kita bahas dalam tulisan sebelumnya, yaitu "
1.Tauhid
1.Kesucian
3.Ketundukan
4.Kemerdekaan
5.Keadilan.
Dan inilah yang kami sebut sebagai "MANAJEMEN LANGIT"
Wallahu A'lam.
1.Memberi peringatan kepada manusia tentang Allah swt,sifat sifat-Nya,nama nama-Nya, tanda tanda keagungan-Nya,nikmat nikmat-Nya (perbuatan-Nya) (التذكير بالله وصفاته وألائه)
2.Memberi peringatan kepada manusia tentang hari hari Allah, Yaitu hari dimana Allah memuliakan dan menyelamatkan para kekasihnya, seperti para Nabi,para sholihin di masa lalu. Begitu pula hari di mana Allah telah menghinakan dan mebinasakan musuh musuh-Nya, seperti Namrud, Fir'aun dan bala tentaranya,Qorun, dan seterusnya. (التذكير بأيّام الله)
3.Memberi peringatan kepada manusia tentang kematian dan setelah kematian, seperti hari kiamat, hari berbangkit, hari mahsyar, hisab, shirot, surga dan neraka.(التذكير
بالموت وما بعده)
4.Memberi peringatan kepada manusia tentang bantahan Allah kepada 4 kelompok sesat, yaitu orang musrikin,nashoro, yahudi dan munafik.(التذكير بالمخاصمة بالفرقة الأربع
5.Memberi peringatan kepada manusia tentang Hukum hukum Allah, yaitu yang berkaitan
dengan perintah perintah dan larangan larangan Allah, baik ibadah, mu'amalah, mu'asyaroh dan akhlak. (التذكير بأحكام الله)
Mulai dari isi kandungan al Qur'an yang ke 1 sampai ke 3 ini merupakan inti inti ajaran aqidah, tauhid dan keimanan. Yaitu berkaitan dengan keimanan kepada Allah dan sifat sifat-Nya, keimanan kepada kitab kitab-Nya, keimanan kepada Rasul Rasul-Nya dan keimanan kepada hari akhirat. Oleh karena itu, mayoritas ayat ayat al Qur'an yang berkaitan dengan misi misi ini merupakan ayat ayat makkiyyah. Dan ayat ayat inilah yang secara sitematis dan sempurna terprogram kedalam fikiran, hati dan perbuatan para shahabat selama kurang lebih 13 tahun di Mekkah.
Pengaruh dari ayat ayat inilah yang telah merobah mereka 180 derajat dari keadaan sebelumnya. Tidak ada lagi tuhan tuhan selain Allah dalam hati mereka, dimana sebelum itu mereka meyakini banyak tuhan. Tidak ada lagi yang di takuti di alam ini selain Allah. Kebesaran Allah telah memenuhi seluruh lubuk lubuk hati mereka.Fikiran, hati dan seluruh kehidupan mereka,mereka berikan hanya kepada Allah semata.Seperti itulah orang orang yang telah berhasil terprogram di dalam dirinya program program ayat ayat makkiyyah, yang merupakan pemograman tahap pertama dalam manajemen langit yang Allah ajarkan kepada Rasul-Nya.
Isi kandungan al Qur'an yang ke 4 adalah untuk memperjelas konsep tauhid dalam islam dengan membongkar kesesatan keyakinan orang orang yang tidak mau menerima ajaran tauhid. Al qur'an membantah musyrikin arab yang menjadikan patung patung bikinan mereka sendiri sebagai tuhan, dengan hujjah yang sebenarnya telah di terima oleh akal dan hati nurani mereka,namun kesombongannyalah yang mumbuat mereka bertahan dalam kemusyrikan.Al Qur'an membantah orang orang yahudi yang telah menjadikan uzair sebagai anak tuhan, dengan hujjah yang sesuai dengan akal sehat dan nurani mereka. Begitu pula kepada orang orang nasrani yang telah menjadikan isa sebagai anak tuhan.Tidak ketinggalan kepada orang orang munafik yang telah menyembunyikan kekafirannya di balik penampilan luar mereka.
Ayat ayat al Qur'an yang mejelaskan tentang hal ini semua menjadikan keyakinan akan ke Esaan Allah semakin tertanam jauh kedalan fikiran dan hati para shahabat dan semakin dalam kebencian mereka terhadap kekafiran kemusyrikan dan kemunafikan. Inilah salah satu cara pemograman tauhid kedalam fikiran dan dada manusia, yaitu di samping memasukkan materi materi tauhid dalam fikiran dan hati manusia, juga bersamaan dengan itu menjelaskan tentang kerendahan dan kehinaan konsep konsep kesyirikan, kekafiran dan kemunafikan, dan menjadikan semua itu sebagai jalan munuju penderitaan yang abadi di neraka. Dan inilah salah satu keunggulan manajemen Al Qur'an.
Adapun isi kandungan al Qur'an yang ke 5 ini berkaitan dengan amalan fisik dan seluruh anggota tubuh berikut harta benda yang di miliki manusia, yang tercakup dalam ibadah mahdhoh,(langsung) seperti wudhu' sholat, puasa, zakat dan haji. Begitu pula ibadah ghairu mahdhoh (tidak langsung) yang berkaitan dengan muamalah mu'asyarah dan akhlak. Pemograman ayat ayat al qur'an yang berkaitan dengan hukum hukum ini keberhasilannya sangat tergantung kepada keberhasilan pemograman tahap pertama di atas, yaitu pemograman ayat ayat iman. Sehingga apabila pemograman pada tahap pertama belum berhasil maka akan sulit dan terasa berat untuk menjalankan perintah perintah dan larangan larangan Allah yang merupakan program lanjutan dari program iman. Yaitu program tahap pertama. Inilah wujud ungkapan para shahabat "
نحن تعلّمنا الايمان ثمّ تعلّمنا القرأن
"Tahap pertama kami belajar iman lalu pada tahap kedua kami belajar (hukum hukum) al Qur'an"
Inilah manajemen al Qur'an, yang merupakan manajemen langit, yang di programkan oleh Allah untuk kebaikan manusia di seluruh alam sampai hari kiamat. Barangsiapa yang ikut andil di dalam tugas pemograman ini, baik dengan cara mentaklimkan al Qur'an atau mendakwahkan isi kandungan al Qur'an, akan mendapatkan bantuan dan pertolongan dari Allah di dunia dengan memberi keberkahan dan bertambahnya hidayah kepada kehidupan mereka dan keluarga mereka. Demikian pula kelak di akhirat, dengan memberikan kedudukan yang tinggi di surga bersama para Nabi dan kekasih kekasih Allah swt. Dan barangsiapa yang menghalang halangi tugas pemograman ini dia akan mendapatkan laknat Allah dan para malaikat di dunia dan akhirat.
Dengan demikian, kita dapat menyimpulkan, bahwa isi kandungan al Qur'an sebagaimana di jelaskan oleh Syah Waliyullah di atas, dari poin ke 1 sampai ke 4 ini berkaitan dengan Nilai TAUHID. Sedangkan pada poin yang ke 5 ini berkaitan dengan nilai Kesucian (wudhu'), Ketundukan (sholat), Kemerdekan (puasa), dan Keadilan -kasih sayang antar sesama- (Zakat, shodaqoh).
Inilah inti nilai langit, inti ajaran islam dan inti jiwa manusia yang penah kita bahas dalam tulisan sebelumnya, yaitu "
1.Tauhid
1.Kesucian
3.Ketundukan
4.Kemerdekaan
5.Keadilan.
Dan inilah yang kami sebut sebagai "MANAJEMEN LANGIT"
Wallahu A'lam.
Selasa, 09 Maret 2010
Pemograman Al Qur'an (manajemen langit) Dalam Diri Manusia
Bagaimana menginstall Al qur'an (manajemen langit) dalam diri manusia ? pertanyaan ini mungkin terdengar aneh, akan tetapi penulis hanya ingin memberikan gambaran kepada pembaca agar mudah dipahami, bahwa manusia kalau ibarat komputer, untuk memasukkan program program yang kita inginkan kedalam komputer kita maka salah satunya dengan cara menginstall (memasang) program program tersebut kedalam komputer kita dengan cara mengikuti petunjuk penginstholan dari pembuat program dan pembuat komputer tersebut.Tidak dengan asal asalan. Sebab kalau tidak mengikuti cara dari sang pembuatnya. bisa jadi penginstholan progam terbut gagal dan komputer tidak jalan.
Begitu pula manusia, seperti komputer tadi.Sedangkan al Qur'an adalah kitab suci yang memuat program program langit yang harus di pasang ( diinstall ) di dlam diri manusia berikut cara cara pemasangannya yang datang dari Pencipta manusia dan pemilik program program al Qur'an. Hal ini supaya manusia dapat menjalankan fungsinya di muka bumi, sebagai hamba Allah dan kholifatullah fil ardhi.
Nabi Muhammad saw, yang mendapatkan kemuliaan dari Allah swt, untuk menerima wahyu yang berisi program progran langit ini, sekaligus mendapatkan tugas untuk memogram program progran langit ini kepada dirinya, kepada keluarga terdekat beliau,dan kepada manusia seluruh alam.
Untuk tugas besar ini Beliau di berikan petunjuk bagaimana memasang (menginsthol) program program langit ini kepada seluruh manusia dan bagaimana menyebarkannya di muka bumi.Ada beberapa ayat di dalam al Qur'an yang menjelaskan tentang tugas Rasulullah ini sekaligus cara pemasangannya dalam diri manusia. Salah satunya bisa kita lihat dalam surat al Jumu'ah ayat 2 , Allah swt berfirman :
هوالذي بعث في الاميين رسولا منهم يتلوا عليهم أياته ويزكيهم ويعلمهم الكتاب والحكمة وان كانوا من قبل لفي ضلال مبين
"Dialah Allah yang mengutus seorang rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat ayat-Nya, menyucikan jiwa mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (al Qur'an dan sunnah). Meskipun sebelumnya mereka benar benar berada dalam kesesatan yang nyata".
Di dalam ayat ini Allah swt, menjelaskan tentang apa tugas Rasulullah saw, yaitu; 1. Membacakan ayat ayat Allah kepada ummatnya. 2. Mensucikan mereka. 3. mengajarkan kepada mereka Al Qur'an dan sunnah.Kemudian ayat ini juga memberi petunjuk tentang cara pemograman al Qur'an dalam diri ummatnya. Yaitu, 1.Dibacakan ayat ayat Allah kepada mereka, baik ayat ayat qouliyyah, berupa ayat ayat al Qur'an yang di turunkan kepada beliau pada saat setelah wahyu diturunkan,- yaitu di bacakan secara talqqi(pembacaan langsung) kepada para sahabat,- maupun ayat ayat kauniyyah yang merupakan tanda tanda kekuasaan dan kebesaran Allah yang di muat dalan kandungan ayat ayat qouliyyah tersebut, dengan cara mendakwahkannya,membicarakannya berulang ulang dalam setiap kesempatan, sehingga masuklah kebesaran dan keaguangan Allah dalam hati para sahabat. 2.Mensucikan mereka, dari kemusyrikan dan dosa dosa masa lalu mereka, dengan dakwah kepada tauhid dan dan ketaatan yang ikhlas kepada Allah swt. 3. Mengajarkan kepada mereka isi kandungan al Qur'an dan sunnah, yaitu mengenai hukum hukum syariah, berkaitan dengan perintah perintah Allah yang wajib dan yang sunnah, begitu pula berkaitan dengan larangan larangan Allah yang haram dan yang makruh, serta yang berkaitan dengan perkara perkara yang mubah.
Cara pemograman ini tidak boleh diabaikan. Sebab jika di abaikan berakibat kepada gagalnya pemasangan ( penginstalan ) program program al Qur'an ini kepada diri manusia. Betapa banyak orang orang islam yang sudah mepelajari Alqur'an, namun tidak mengikuti petunjuk pemograman yang di berikan oleh Allah swt ini, akhirnya mereka masih gagal meraih predikat mukmin yang sejati dan jebol jebolnya kebanyakan mereka masih menjadi muslim yang fasik bahkan munafik.
Untuk Tujuan inilah al Qur'an diturunkan tidak sekali turun, tapi secara berangsur angsur.Di dalam sejarah tumbunya islam, ada periode Mekkah dan ada periode Madinah. dalam periode Mekkah, ayat ayat al Qur'an yang turun berkaitan dengan keimanan kepada Allah swt. Tentang Tauhid,Tentang tanda tanda kebesaran Allah, sifat sifat Allah, nikmat nimat Allah, tentang kematian, hari qiamat, hari berbangkit,makhsyar, hisab, siroth,surga dan neraka. Begitu pula kisah kisah ummat terdahulu. Mereka yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mendapatkan keselamatan dan kemuliaan. Seperti pengikut Nabi Nuh yang selamat bersamanya di atas kapal,kaum Nabi Yunus yang tidak jadi di azab oleh Allah karena mereka mau bertobat dan mau taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan seterusnya. Begitu pula kisah ummat terdahulu yang tidak taat kepada Allah Dan Rasul-Nya. Seperti kaum nabi Nuh yang tenggelam sebab bencana banjir bersama anak Nabi Nuh,kaumnya Nabi Hud, yaitu kaum 'Ad yang luluh lantak sebab angin topan yang sangat dahsyat, kaum nabi Sholeh, yaitu kaum Stamud yang pecah berkeping sebab suara petir yang keras yang menimpa mereka, Qorun yang hartanya di tenggelamkan kedalam bumi, Fir'aun dan tentaranya yang di tenggelamkan di laut merah.
Inilah yang pertama tama kali ayat ayat Al Qur'an di turunkan di mekkah. Ayat ayat ini memuat program program aqidah,tauhid dan keimanan, yang merupakah kebutuhan fitrah manusia yang pertama dan utama. Ayat ayat inilah yang pertama kali di programkan kedalam dada para sahabat, dengan cara membacakannya secara langsung kepada mereka, kemudian di renungkan dan di bicarakan isi dan kandungannya, berulang ulang, lagi dan lagi, dalam waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 13 tahun. sehingga masuklah kebesaran Allah dalam dada mereka,timbullah rasa takut yang mendalam akan siksa di dunia dan di akhirat,lahirlah cinta kepada kebaikan dan keindahan surga.Muncullah keinginan untuk selalu berbakti dan bersyukur kepada tuhannya.
Ayat ayat tentang keimanan inilah yang telah di turunkan pertama kali dan diperintahkan oleh Allah kepada Rasulnya, untuk di programkan pertama kali kepada para sahabatnya dan kepada manusia di seluruh alam dengan cara dibacakan, di dakwahkan, direnungkan,dibicarakan berulang ulang lagi dan lagi dalam waktu yang tidak sebentar. Sehingga pemograman ini berhasil sempurna, yang akan di tandai dengan mulai merasakan kebesaran Allah dalam hati,mulai banyak mengingat akhirat dan mencintainya dari pada kehidupan dunia. Dan mulai ingin selalu bertaubat dan minta ampun kepada Allah atas dosa dosa yang selama ini dilakukan. Kemudian mulai ada keinginan untuk selalu bersukur atas nikamat nimat Allah yang telah di terimanya. Dan mulai ada keinginan untuk selalu menambah baktinya kepada Allah yang telah memberikan semua itu. Inilah bukti keberhasilan penginsthalan atau pemograman dalam tahap pertama. yaitu pemograman iman. Dan inilah yang telah berhasil di programkan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya pada periode mekkah dam fase dakwahnya.
Setelah keberhasilan pemograman iman inilah kemudian Allah swt, menurunkan ayat ayat hukum, yaitu yang ada kaitannya dengan perintah dan larangan.Yang pertama turun ayat ayat yang ada kaitannya dengan ibadah ibadah mahdhoh. Ayat ayat yang berkaitan dengan perintah kewajiban sholat diantaranya turun sebelum berahirnya periode mekkah, yang menunjukkan bahwa program sholat ini sangat dekat kaitannya dengan program iman. Setelah itu tidak lama setelah Rasulullah hijrah kemadinah, turunlah ayat yang membawa perintah pemograman puasa dan zakat. begitu juga berangsur angsur turun ayat ayat yang berkaitan dengan larangan larangan, seperti, meminum khomer,berzina, berjudi, memakan riba, mencuri, membunuh, dan seterusnya. semua itu di turunkan di madinah. Bahkan dimadinah ini pula telah di izinkan jihad dengan pedang.Dan berahir dengan perintah haji, tidak lama sebelum Rasulullah wafat.
Semua pemograman yang berkaitan dengan hukum hukum, yang berupa, ibadah, muamalah, mu'syaroh dan akhlak ini, hanya di tempuh dalam waktu sekitar sepuluh tahun. Namun dapat dengan mudah di jalankan dengan penuh keberhasilan. Hal ini karena pemograman pada tahap pertama yaitu program iman telah lebih dahulu di selesaikan walaupun perlu waktu yang cukup lama. Karena apabila kebesaran Allah dan kecintaan kepada akhirat telah masuk kedalam hati manusia maka perintah dan larangan apa saja yang diberikan oleh Allah kepadanya semua akan di laksanakan secara mudah dan ringan. Dan inilah yang terjadi pada diri sahabat. Sehingga islam bisa tumbuh di zaman mereka penuh dengan keberhasilan dan kemenanga.
Seperti inilah Al Qur'an harus di programkan kepada manusia. yaitu mulai dari pemograman ayat ayat iman, baru setelah setelah selesai dan berhasil pemograman iman ini, kemudian dimulai penekanannnya kepada program program ibadah, muamalah, muasyaroh dan akhlak. Sehingga semua itu akan dengan mudah dan cepat terprogram dalam setiap individu manusia.
Betapa banyak orang yang sudah tahu dan paham tentang perintah dan larangan Allah namun mereka tidak mampu melaksanakannya dalam kehidupan sehari hari, hanya karena mereka belum merasakan kebesaran Allah dan belum ada rasa takut di hatinya akan siksa Allah di dunia dan di akhirat. Sehingga mereka hanya bisa menjadi muslim yang fasik dan munafik. dan tidak mampu menjadi muslim yang mukmin hanya karena salah dalam cara pemograman Al Qur'an dalam diri mereka. Wallahu A'lam.
Begitu pula manusia, seperti komputer tadi.Sedangkan al Qur'an adalah kitab suci yang memuat program program langit yang harus di pasang ( diinstall ) di dlam diri manusia berikut cara cara pemasangannya yang datang dari Pencipta manusia dan pemilik program program al Qur'an. Hal ini supaya manusia dapat menjalankan fungsinya di muka bumi, sebagai hamba Allah dan kholifatullah fil ardhi.
Nabi Muhammad saw, yang mendapatkan kemuliaan dari Allah swt, untuk menerima wahyu yang berisi program progran langit ini, sekaligus mendapatkan tugas untuk memogram program progran langit ini kepada dirinya, kepada keluarga terdekat beliau,dan kepada manusia seluruh alam.
Untuk tugas besar ini Beliau di berikan petunjuk bagaimana memasang (menginsthol) program program langit ini kepada seluruh manusia dan bagaimana menyebarkannya di muka bumi.Ada beberapa ayat di dalam al Qur'an yang menjelaskan tentang tugas Rasulullah ini sekaligus cara pemasangannya dalam diri manusia. Salah satunya bisa kita lihat dalam surat al Jumu'ah ayat 2 , Allah swt berfirman :
هوالذي بعث في الاميين رسولا منهم يتلوا عليهم أياته ويزكيهم ويعلمهم الكتاب والحكمة وان كانوا من قبل لفي ضلال مبين
"Dialah Allah yang mengutus seorang rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat ayat-Nya, menyucikan jiwa mereka dan mengajarkan kepada mereka kitab dan hikmah (al Qur'an dan sunnah). Meskipun sebelumnya mereka benar benar berada dalam kesesatan yang nyata".
Di dalam ayat ini Allah swt, menjelaskan tentang apa tugas Rasulullah saw, yaitu; 1. Membacakan ayat ayat Allah kepada ummatnya. 2. Mensucikan mereka. 3. mengajarkan kepada mereka Al Qur'an dan sunnah.Kemudian ayat ini juga memberi petunjuk tentang cara pemograman al Qur'an dalam diri ummatnya. Yaitu, 1.Dibacakan ayat ayat Allah kepada mereka, baik ayat ayat qouliyyah, berupa ayat ayat al Qur'an yang di turunkan kepada beliau pada saat setelah wahyu diturunkan,- yaitu di bacakan secara talqqi(pembacaan langsung) kepada para sahabat,- maupun ayat ayat kauniyyah yang merupakan tanda tanda kekuasaan dan kebesaran Allah yang di muat dalan kandungan ayat ayat qouliyyah tersebut, dengan cara mendakwahkannya,membicarakannya berulang ulang dalam setiap kesempatan, sehingga masuklah kebesaran dan keaguangan Allah dalam hati para sahabat. 2.Mensucikan mereka, dari kemusyrikan dan dosa dosa masa lalu mereka, dengan dakwah kepada tauhid dan dan ketaatan yang ikhlas kepada Allah swt. 3. Mengajarkan kepada mereka isi kandungan al Qur'an dan sunnah, yaitu mengenai hukum hukum syariah, berkaitan dengan perintah perintah Allah yang wajib dan yang sunnah, begitu pula berkaitan dengan larangan larangan Allah yang haram dan yang makruh, serta yang berkaitan dengan perkara perkara yang mubah.
Cara pemograman ini tidak boleh diabaikan. Sebab jika di abaikan berakibat kepada gagalnya pemasangan ( penginstalan ) program program al Qur'an ini kepada diri manusia. Betapa banyak orang orang islam yang sudah mepelajari Alqur'an, namun tidak mengikuti petunjuk pemograman yang di berikan oleh Allah swt ini, akhirnya mereka masih gagal meraih predikat mukmin yang sejati dan jebol jebolnya kebanyakan mereka masih menjadi muslim yang fasik bahkan munafik.
Untuk Tujuan inilah al Qur'an diturunkan tidak sekali turun, tapi secara berangsur angsur.Di dalam sejarah tumbunya islam, ada periode Mekkah dan ada periode Madinah. dalam periode Mekkah, ayat ayat al Qur'an yang turun berkaitan dengan keimanan kepada Allah swt. Tentang Tauhid,Tentang tanda tanda kebesaran Allah, sifat sifat Allah, nikmat nimat Allah, tentang kematian, hari qiamat, hari berbangkit,makhsyar, hisab, siroth,surga dan neraka. Begitu pula kisah kisah ummat terdahulu. Mereka yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mendapatkan keselamatan dan kemuliaan. Seperti pengikut Nabi Nuh yang selamat bersamanya di atas kapal,kaum Nabi Yunus yang tidak jadi di azab oleh Allah karena mereka mau bertobat dan mau taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan seterusnya. Begitu pula kisah ummat terdahulu yang tidak taat kepada Allah Dan Rasul-Nya. Seperti kaum nabi Nuh yang tenggelam sebab bencana banjir bersama anak Nabi Nuh,kaumnya Nabi Hud, yaitu kaum 'Ad yang luluh lantak sebab angin topan yang sangat dahsyat, kaum nabi Sholeh, yaitu kaum Stamud yang pecah berkeping sebab suara petir yang keras yang menimpa mereka, Qorun yang hartanya di tenggelamkan kedalam bumi, Fir'aun dan tentaranya yang di tenggelamkan di laut merah.
Inilah yang pertama tama kali ayat ayat Al Qur'an di turunkan di mekkah. Ayat ayat ini memuat program program aqidah,tauhid dan keimanan, yang merupakah kebutuhan fitrah manusia yang pertama dan utama. Ayat ayat inilah yang pertama kali di programkan kedalam dada para sahabat, dengan cara membacakannya secara langsung kepada mereka, kemudian di renungkan dan di bicarakan isi dan kandungannya, berulang ulang, lagi dan lagi, dalam waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 13 tahun. sehingga masuklah kebesaran Allah dalam dada mereka,timbullah rasa takut yang mendalam akan siksa di dunia dan di akhirat,lahirlah cinta kepada kebaikan dan keindahan surga.Muncullah keinginan untuk selalu berbakti dan bersyukur kepada tuhannya.
Ayat ayat tentang keimanan inilah yang telah di turunkan pertama kali dan diperintahkan oleh Allah kepada Rasulnya, untuk di programkan pertama kali kepada para sahabatnya dan kepada manusia di seluruh alam dengan cara dibacakan, di dakwahkan, direnungkan,dibicarakan berulang ulang lagi dan lagi dalam waktu yang tidak sebentar. Sehingga pemograman ini berhasil sempurna, yang akan di tandai dengan mulai merasakan kebesaran Allah dalam hati,mulai banyak mengingat akhirat dan mencintainya dari pada kehidupan dunia. Dan mulai ingin selalu bertaubat dan minta ampun kepada Allah atas dosa dosa yang selama ini dilakukan. Kemudian mulai ada keinginan untuk selalu bersukur atas nikamat nimat Allah yang telah di terimanya. Dan mulai ada keinginan untuk selalu menambah baktinya kepada Allah yang telah memberikan semua itu. Inilah bukti keberhasilan penginsthalan atau pemograman dalam tahap pertama. yaitu pemograman iman. Dan inilah yang telah berhasil di programkan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya pada periode mekkah dam fase dakwahnya.
Setelah keberhasilan pemograman iman inilah kemudian Allah swt, menurunkan ayat ayat hukum, yaitu yang ada kaitannya dengan perintah dan larangan.Yang pertama turun ayat ayat yang ada kaitannya dengan ibadah ibadah mahdhoh. Ayat ayat yang berkaitan dengan perintah kewajiban sholat diantaranya turun sebelum berahirnya periode mekkah, yang menunjukkan bahwa program sholat ini sangat dekat kaitannya dengan program iman. Setelah itu tidak lama setelah Rasulullah hijrah kemadinah, turunlah ayat yang membawa perintah pemograman puasa dan zakat. begitu juga berangsur angsur turun ayat ayat yang berkaitan dengan larangan larangan, seperti, meminum khomer,berzina, berjudi, memakan riba, mencuri, membunuh, dan seterusnya. semua itu di turunkan di madinah. Bahkan dimadinah ini pula telah di izinkan jihad dengan pedang.Dan berahir dengan perintah haji, tidak lama sebelum Rasulullah wafat.
Semua pemograman yang berkaitan dengan hukum hukum, yang berupa, ibadah, muamalah, mu'syaroh dan akhlak ini, hanya di tempuh dalam waktu sekitar sepuluh tahun. Namun dapat dengan mudah di jalankan dengan penuh keberhasilan. Hal ini karena pemograman pada tahap pertama yaitu program iman telah lebih dahulu di selesaikan walaupun perlu waktu yang cukup lama. Karena apabila kebesaran Allah dan kecintaan kepada akhirat telah masuk kedalam hati manusia maka perintah dan larangan apa saja yang diberikan oleh Allah kepadanya semua akan di laksanakan secara mudah dan ringan. Dan inilah yang terjadi pada diri sahabat. Sehingga islam bisa tumbuh di zaman mereka penuh dengan keberhasilan dan kemenanga.
Seperti inilah Al Qur'an harus di programkan kepada manusia. yaitu mulai dari pemograman ayat ayat iman, baru setelah setelah selesai dan berhasil pemograman iman ini, kemudian dimulai penekanannnya kepada program program ibadah, muamalah, muasyaroh dan akhlak. Sehingga semua itu akan dengan mudah dan cepat terprogram dalam setiap individu manusia.
Betapa banyak orang yang sudah tahu dan paham tentang perintah dan larangan Allah namun mereka tidak mampu melaksanakannya dalam kehidupan sehari hari, hanya karena mereka belum merasakan kebesaran Allah dan belum ada rasa takut di hatinya akan siksa Allah di dunia dan di akhirat. Sehingga mereka hanya bisa menjadi muslim yang fasik dan munafik. dan tidak mampu menjadi muslim yang mukmin hanya karena salah dalam cara pemograman Al Qur'an dalam diri mereka. Wallahu A'lam.
Sabtu, 20 Februari 2010
Bagaimana sistem langit bekerja

Allah swt,mendatangkan manusia di muka bumi ini, disamping untuk beribadah kepada-Nya juga mendapatkan tugas menjadi kholifah untuk memakmurkan bumi dengan kebaikan kebaikan.Antara tugas beribadah dan tugas menjadi kholifah ada kaitan yang sangat erat.Manusia tidak akan pernah mampu menjadi khalifah ( pengganti ) Allah dimuka bumi ini, sebelum ia mampu menjadi hamba Allah yang sesungguhnya.
Kenapa demikian ? Karena,manusia yang belum mampu menjadi hamba Allah dalam arti yang sesungguhnya, berarti ia masih menjadi hamba bagi dirinya sendiri.Ia belum merdeka dari penjajahan hawa nafsunya.Ia belum merdeka dalam arti spritual.Ia belum merdeka dalam arti agama.
Kemerdekan dalam arti agama adalah kewajiban manusia untuk mengenal dirinya sebagai hamba Allah dan khalifatullah di bumi, sehingga ia tiada menghamba pada apapun, pada siapapun, kecuali Allah. Dari definisi ini jelas bahwa manusia merdeka adalah manusia yang hanya mengarahkan penghambaannya kepada Allah semata. Manusia yang belum merdeka dalam arti agama ini, ia akan menyembah ilah yang bukan Allah. Misalnya ia akan menyembah pada dunia emperis, pada uang, pada pangkat dan jabatan. Maka jelas manusia seperti ini bukanlah manusia merdeka.
Mengapa begitu banyak masalah kemerdekaan muncul di dunia modern ini ? Pertanyaan ini mudah sekali kita jawab: Yaitu karena banyak manusia yang belum merdeka dalam arti agama memperoleh hak sebagai manusia merdeka. Manusia yang belum merdeka dalam arti agama akan menyalah gunakan kemerdekaan itu kalau mereka diberi hak kemerdekaan. Dari sinilah muncul rumus eksploitasi yang begitu banyak kita lihat di dunia modern ini :
- Si kaya merdeka untuk memperbudak si miskin, dan si miskin merdeka untuk diperbudak si kaya
- Si pinter merdeka untuk memperbudak si bodoh, dan sibodoh merdeka untuk diperbudak si pinter.
- Si kuat merdeka untuk memperbudak si lemah, dan si lemah merdeka untuk diperbudak si kuat.
- Dan bentuk masyarakat yang paling terkutuk terjadi kalau si pinter, si kuat dan si kaya bersatupadu memperbudak si bodoh, si miskin dan si lemah.
Dan ternyata, Sistem eksploitasi seperti inilah yang berlangsung terus menerus, dalam kehidupan antar bangsa atau dalam suatu negara di zaman yang katanya sudah maju ini. Kenapa ? Sebab ada sebagian bangsa atau negara di dunia ini yang telah mengankat dirinya menjadi penguasa dunia (kholifah), namun mereka enggan menjadi hamba Allah yang telah menciptakan diri mereka. Begitu pula banyak orang orang yang mendapatkan hak dan kemerdekaan untuk menjadi penguasa di suatu negara namun secara spritual dan agama mereka belum merdeka. Maka sepanjang para penguasa di dunia ini berada pada kondisi seperti itu, praktek eksploitasi, penjajahan, penindasan, dan ketidak adilan tidak mungkin dapat dihapuskan dari muka bumi. Dan sepanjang itu pula dunia ini selalu dalam ancaman bahaya.
Inilah perlunya manajemen langit diprogramkan di muka bumi. Manajemen langit adalah nilai nilai dari langit yang termuat dalam kitab suci Al Qur'an,untuk di programkan di dalam diri setiap manusia di bumi.Nilai nilai tersebut terintisarikan di dalam 5 nilai, Yaitu ;
1. Tauhid
2. Kesucian
3. Ketundukan
4. Kemerdekaan
5. Keadilan
lima nilai langit ini telah diletakkan oleh Allah swt, di dalam cetakan dasar penciptaan manusia yang di sebut dengat fitrah.Oleh sebab itu, setiap diri manusia sejak awal kejadiannya telah memiliki kecenderungan terhadap 5 nilai langit tersebut. Lima nilai ini merupakan inti kandungan Al Qur'an, inti ajaran islam dan inti jiwa manusia. Setiap manusia terlahir ke dunia ini, membawa kecenderungan terhadap 5 nilai ini.Hanya kemudian lingkungannyalah yang membuat kecenderungan kepada lima nilai ini menjadi meredup atau bahkan menjadi padam.
Rasulullah saw, bersabda,"Setiap anak yang dilahirkan (di dunia ini), terlahir dalam keadaan fitrah ( memiliki kecenderungan kepada lima nilai langit ).Maka orang tuanyalah ( lingkungannyalah ) yang membuat ia menjadi nasrani, yahudi dan majusi ( yang menjadikan padamnya 5 nilai langit tersebut ).
Manakala 5 nilai langit telah menjadi padam dalam diri kebanyakan manusia di muka bumi, maka dunia ini akan menjadi ajang pertumpahan darah dan menjadi ajang penindasan si kuat pada si lemah, yang mumbuat hidup kebanyakan manusia di dunia ini terasa dalam neraka.Ini telah menjadi keputusan Allah sejak manusia dan iblis terusir dari surga. Di dalam surat Al Baqoroh ayat 36 di jelaskan;
"Dan kami berfirman, Turunlah kalian ! ( dari surga ke bumi ). Sebagian kalian menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan bagi kalian ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang di tentukan (ajal/kematian).
Selanjutnya pada ayat yang ke 38 Allah berfirman :
"Kami berfirman,"Turunlah kalian semua dari surga ! Kemudian jika benar telah datang petunjuk-Ku (manajemen langit) kepada kalian, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku,(memprogram dirinya dengan manajemen langit ini) tidak ada rasa takut kepada mereka dan mereka tidak pula bersedih hati".
Yang di maksud dengan apabila telah datang petunjuk-Ku dalam firman ini, adalah; apabila telah datang kitab kitab suci yang memuat petunjuk petunjuk Allah yang berupa nilai nilai langit yang di intisarikan dalam 5 tata nilai diatas. Dan seluruh petunjuk petunjuk Allah yang termuat dalam kitab kitab suci terdahulu telah termuat secara keseluruhan dalam Kitab yang terahir yang di turunkan kepada hamba-Nya yang terpilih ( Muhammad saw ) melalui malaikat kepercayaan ( Jibril as ), yaitu kitab Al Qr'an.
Hubungan Antara Manajemen Langit ( Al Qur'an ) dan Manusia
Al Qur'an adalah kitab suci yang terahir yang di turunkan dari langit kebumi.Di dalamnya terekam seluruh nilai nilai ajaran islam, baik aqidah, syariah dan akhlak islam. Aqidah terangkum dalam Rukun Iman yang 6.Syariah Terangkung dalam rukun islam yang 5. Akhlak terangkum dalam rukun ikhsan yang 1. Sehingga ada sebagian dai kontemporer yang mengembangkan training kecerdasan spritual yang berlambangkan 165, yang dikenal dengan ESQ.
Adapun di ML (Manajemen Langit)- nama blog yang anda baca ini-,untuk lebih mempermudah dan mempercepat ummat memahami dan mengamalkan islam dalam kehidupan, maka nilai nilai islam yang terangkum dalam 165 ini, di peras lagi menjadi 5 nilai langit. Penjelasannya sebagai berikut :
1. Tauhid, ini merangkum rukun iman yang 6 termasuk rukun islam yang pertama.
yaitu perkara aqidah.
2. Kesucian dan
3. Ketundukan, ini merupakan tujuan dari rukun islam yang ke 2, yaitu sholat.
4. Kemerdekaan, ini merupakan tujuan dari rukun islam yang ke 3, yaitu puasa.
5. Keadilan, ini merupakan tujuan dari rukum islam yang ke 4, yaitu zakat.
Adapun rukun islam yang ke 5, yaitu haji, ia merupakan rangkuman dari nilai yang lima ini. Dari 2 sampai 5 ini merupakan aplikasi dari semua tujuan Syariat.
Adapun akhlak, ia merupakan buah dari pelaksanaan nilai yang ke 4 dan yang ke 5 setelah sebelumnya mendapatkan energi dari nilai yang ke 1,2 dan ke 3.
Inilah lima nilai langit yang merupakan inti dari manajemen langit hasil perasan dari rukun iman yang 6, rukun islam yang 5, dan rukun ikhsan yang 1. atau dengan kata lain, ia hasil perasan dari perkara aqidah, syari'ah dan akhlak.
Yang menakjubkan adalah, bahwa 5 nilai langit yang merupakan inti ajaran al Qur'an dan islam ini telah Allah letakkan di dalam diri setiap manusia pada cetakan dasar penciptaannya, yang di sebut sabagai fitrah manusia. Sehingga dengan cetakan dasarnya ini setiap manusia sejak awal penciptaannya telah memiliki kerinduan dan kecenderungan kepada nilai nilai islam, sebagaimana ketertarikan potongan potongan besi kepada besi semberani.Dengan kata lain, bahwa setiap manusia di ciptakan oleh Allah memiliki naluri beragama, yaitu agama tauhid, yaitu islam. Inilah yang di maksudkan dalam hadits di atas."Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah"
Di dalam al Qur'an, Allah swt, menjelaskan hal ini pada surat ar Rum ayat 30 yaitu;
فَأقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًا فِطْرَتَ اللهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لاَتَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللهِ ذَالِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمْ وَلكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَيَعْلَمُوْنَ
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama islam, itulah fitrah Allah,Yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan dalam ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui"
Maksud firman Allah,"Hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama islam", adalah,"Kerjakanlah (amalkanlah) agama islam ini dengan sempurna dan penuh kesungguhan",sebab agama islam itu sesuai fitrah Allah.
Sedangkankan maksud fitrah Allah disini menurut ulama ahli tafsir adalah al Islam, yaitu agama islam itu sendiri. Adapun yang di maksud dengan ,"Dimana Allah telah menciptakan manusia menurut fitrah itu", adalah, bahwa Allah menciptakan manusia atas cetakan dasar nilai nilai islam. Yaitu nilai nilai langit yang 5 ; Tauhid, kesucian, ketundukan, kemerdekaan dan keadilan.
Maka dari sinilah kita mendapatkan kesimpulan, bahwa 5 nilai langit ini, disamping merupakan inti ajaran Al Qur'an dan islam, ia juga merupakan inti fitrah manusia atau inti kecenderungan dan kebutuhan jiwa dan ruhiyyah manusia. Dari sini pula kita mengerti bahwa, kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat hanya ada di dalam islam. Semakin sempurna seseorang dalam menjalankan agama islam, semakin banyak pula kebutuhan jiwanya terpenuhi sehingga menjadi semakin bertambah kebahagiaannya.
Gambaran keadaan ini sama seperti rembulan di malam purnama, ia dengan lurus dan sempurna menghadap matahari, tanpa sedikitpun terhalang oleh bumi. Sehingga rembulan mendapatkan pancaran matahari begitu sempurna. Maka nampaklah pancaran cahaya kegebiraan yang sempurna di wajah sang rembulan, dan pancaran kebahagiaan inipun ia bagikan dan pantulkan pada penduduk bumi. Sehingga penduduk bumi turut pula merasa bahagia bersamanya. Dan ini tidak terjadi di malam malam yang lain, karena ia tidak mampu menghadap matahari dengan sempurna, sebab ia terhalang oleh bumi.
Manusia seperti rembulan, Al Qur'an/islam seperti matahari, nafsu seperti bumi. Apabila nafsu secara total menghalangi manusia untuk mendapatkan sinar Al Qur'an, maka ia disebut manusia Kafir (gerhana total). Apabila nafsu dapat di geser atau di kendalikan oeh manusia sehingga secara penuh ia dapat menerima sinar Al Qur,an maka ia disebut manusia mukmin yang sejati (bulan purnama),dimana ia akan dapat memantulkan cahaya rahmat kepada nafsu, sehingga nafsu menjadi tenang (mutmainnah), sebagaimana bulan purnama dapat memantulkan cahaya kepada bumi, dan membuat bumi menjadi indah dan penduduknya terasa damai.
Fitrah Manusia
Telah di sebutkan diatas, bahwa manusia pada asal penciptaannya telah di titipkan nilai nilai langit kepadanya, yaitu berupa kecenderungan kepada agama tauhid, yaitu agama islam. Sehingga antara manusia dan islam ada keterkaitan yang sangat erat yang tidak dapat di pisahkan.Manusia tidak akan bahagia dan sempurna tanpa islam. Islam tidak akan teramalkan di bumi tanpa manusia.Hubungan ini bisa kita perjelas seperti di bawah ini:
Fitrah Manusia memiliki kecenderungan kepada:
1. Tauhid, yaitu mengenal Tuhannya yang Satu
2. Kesucian, yaitu kesucian dari kotornya jiwa dan badan
3. Ketundukan, yaitu tunduk kepada Penciptanya.
4. Kemerdekaan, yaitu merdeka dari kekuasaan hawa nafsu.
5. Keadilan, yaitu kasih sayang antar sesama
Al Qur'an/Islam memuat nilai (ajaran) yang di cenderungi (dibutuhkan) manusia yaitu:
1. Nilai Tauhid, (Rukun iman, syahadataini).
2. Nilai Kesucian, (Wudhu',Mandi,kebersihan, kerapian,memakai wewangian).
3. Nilai Ketundukan, (Sholat,tilawah,dzikir,do'a,istighfar, dll).
4. Nilai kemerdekaan, (Puasa,zuhud,qona'ah,waro',sabar,mujahadah,taubat,tawakkal,
syukur,takwa, dll).
5. Nilai Keadilan, (Zakat,shodaqoh,tolong menolong,saling menghormati dan menyayangi,
dermawan,tawadhu',mengajarkan ilmu,dakwah,amar ma'ruf nahi mungkar,jihad, dll).
Keterkaitan antara fitrah manusia dan nilai nilai langit ini, sama seperti keterkaitan badan manusia dengan benda benda bumi.Badan manusia memiliki kecenderungan atau kebutuhan kepada benda benda bumi, seperti sandang, pangan, dan papan. Sebagaimana ruh manusia memiliki kecenderungan atau kebutuhan pada nilai nilai langit, seperti, tauhid, kesucian, ketundukan,kemerdekaan dan keadilan.
Demikianlah dengan kasih sayangnya, Allah telah menciptakan manusia dengan kedua cenderungan atau kebutuhan tersebut, kemudian Allah memenuhi masing masing kecenderungan atau kebutuhan manusia tersebut untuk kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat.
Untuk kebutuhan badan manusia, Allah swt, turunkan air hujan dari langit, kemudian dialirkannya kepori pori bumi dan memunculkannya menjadi mata air - mata air di pelosok pelosok bumi, dengannya Allah tumbuhkan tumbuh tumbuhan yang beranika ragam, sehingga dari itu Allah penuhi kebutuhan sandang (pakaian),pangan (makanan dan minuman), papan (rumah atau tempat tinggal)untuk manusia. Begitu pula Allah turunkan besi dari langit untuk kepentingan peralatan dan kendaraan manusia.
Sedangkan untuk kebutuhan ruh manusia, Allah telah turunkan wahyu atau kitab kitab dari langit yang memuat ajaran dan nilai nilai langit. Sehingga dengan nilai nilai langit ini kecenderungan dan kebutuhan ruhiyyah manusia - yang di dalamnya terdapat fitrahnya,- dapat terpenuhi.
Apabila manusia bisa mendapatkan apa yang menjadi kecenderungan dan kebutuhan fisik dan ruh yang telah di sediakan oleh Allah tersebut, maka ia selalu berada dalam ketentraman dan kebahagiaan yang sempurna.
Sabtu, 03 Oktober 2009
Manajemen Al Qur an 1
Manajemen Al Qur an adalah manajemen langit yang di turunkan oleh Pencipta dan Penguasa alam semesta, Allah swt, melalui Ruhul Amin, Jibril as, kepada manusia paling mulia dan paling suci di muka bumi, Muhammad saw, sebagai petunjuk dan peraturan bagi seluruh manusia di muka bumi sebagai ciptaan-Nya yang paling sempurna.
Barangsiapa yang menata dan mengelola dirinya, keluarganya, dan masyarakatnya dengan prinsip prinsip manajemen Al Qur an, maka sesungguhnya dia telah memilih manajemen hidup yang benar. Dan siapa saja yang mengelola dan menata hidupnya, keluarganya dan masyarakatnya dengan prinsip prinsip manajemen yang di ciptakan oleh pikiran pikiran manusia, maka sesungguhnya dia telah memilih manajemen hidup yang salah dan sesat. Sebab Sang Pencipta dan Penguasa manusia lebih mengetahui tentang manusia daripada manusia itu sendiri.
Allah swt. sebagai Pencipta, Penguasa, dan Pengatur manusia dan alam semesta ini telah menyatakan dalam firman-Nya ; Q.S. 39/41 :
"Sungguh, Kami telah menurunkan kepadamu kitab ( Al Qur an ) dengan membawa kebenaran, untuk manusia. Barang siapa mendapat petunjuk (dari Al Qur an) maka ( petunjuk itu ) untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat ( tidak mengambil petunjuk dari Al Qur an ) maka sesungguhnya kesesatan itu untuk dirinya sendiri, dan engkau ( Muhammad ) bukanlah orang yang bertanggung jawab atas mereka".
Manusia ( man ).
Manusia pertama yang di ciptakan oleh Allah swt, adalah Adam kemudian istrinya Hawa. Adam dan Hawa berikut anak turunnya telah di takdirkan oleh Allah untuk menjadi penghuni planet bumi yang di beri misi dan tujuan untuk beribadah kepada Allah dan menjadi khalifatullah ( pengganti Allah ) di muka bumi, yang mana dengan kedua misi itu pula mereka akan di uji.
Sebagai manajemen langit, Al Qur an dalam sejumlah ayatnya telah menjelaskan sedemikian rupa, siapa sebenarnya manusia yang menjadi unsur utama dalam manajemen itu. Mulai dari bahan penciptaannya, proses penciptaannya, sifat sifatnya, karakternya, kecenderungannya, kekurangannya, kelebihannya, apa yang paling di cintainya, apa yang paling di takutinya, sampai kepada apa yang akan membawa kepada kebahagiaannya dan apa yang akan membawa kepada penderitaannya, baik dalam kehidupan didunia ini dan kehidupan berikutnya di akhirat. Penjelasan yang tidak akan pernah di temukan dalam buku buku manajemen manapun hasil pemikiran manusia.
a. Nenek moyang manusia
Dalam hal ini, Allah swt, berfirman ; Q.S ; 39 / 6 :
"Dia yang menciptakan kamu dari diri yang satu ( Adam ) , kemudian darinya Dia jadikan pasangannya ( Hawa ) , dan Dia menurunkan delapan pasang hewan ternak untukmu. Dia menjadikan kamau dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang berbuat demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang memiliki kerajaan. Tidak ada Tuhan Selain Dia , maka mengapa kamu dapat di palingkan ?"
b, Bahan Baku Dan Proses Penciptaannya
Dalam hal ini Allah swt, berfirman; Q.S ; 40 / 67 :
"Dialah yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu dari segumpal darah, kemudian kamu dilahirkan sebagai seorang anak, kemudian dibiarkan kamu sampai dewasa, lalu menjadi tua. Tetapi diantara kamu ada yang dimatikan sebelum itu. ( Kami perbuat demikian ) agar kamu sampai kepada kurun waktu yang di tentukan. Agar kamu mengerti. "
"Wahai manusia ! jika kamu meragukan ( hari ) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu; dan kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak kami sampai waktu yang telah ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian ( dengan berangsur angsur ) kamu sampai kepada usia dewasa, dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) diantara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun ), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah di ketahuinya ..."
(Q.S : 22 ; 5 ).
c. Sifat asli manusia ( ruh ).
Dalam hal ini Allah swt, berfirman :
"Dan ( ingatlah ) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, " Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan ( kejadian )nya, dan Aku telah meniupkan roh ( ciptaan )-Ku kedalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud".
( Q.S : 15 ; 28-29 )
"Dan ( ingatlah ) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi ( tulang belakang ) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka ( seraya berfirman ), "Bukankah Aku ini Tuhanmu ?" Mereka menjawab, "Betul ( Engkau Tuhan kami ), kami bersaksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini".
( Q.S : 7 ;172 )
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama ( islam ); ( sesuai ) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia ( menurut ) fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui ".
( Q.S : 30 ; 30 )
d. Manusia diberikan beberapa kemampuan.
Dalam hal ini Allah swt Berfirman :
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani agar kamu bersyukur". ( Q.S :16 ; 78 ).
"Wahai golongan jin dan manusia ! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan ( dari Allah ) ". ( Q.S : 33 ; 34 )
"Bukankah kami telah menjadikan untuknya sepasang mata. Dan lidah dan sepasang bibir. Dan kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan ( kebajikan dan kejahatan )".
( Q.S : 90 ; 7-9-10 )
e. Manusia di lengkapi keperibadian unik dan unggul.
Dalam hal ini Allah swt, berfirman :
"Dan Sungguh telah Kami muliakan anak Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan kami beri mereka rezeki dari yang baik baik dan Kami lebihkan mereka diatas semua makhluk yang kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna". ( Q.S : 17 ; 70 ).
f. Manusia Diberi Kesanggupan Mengambil Keputusan Keputusan Moral
Dan Memilih Dari Bebagai Alternatif.
Dalam hal ini Allah swt, berfirman :
"Sungguh Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, yang Kami hendak mengujinya ( dengan perintah dan larangan ), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur ". ( Q.S : 76 ; 2-3 )
Kelemahan Kelemahan Manusia
Disamping kelebihan kelebihan yang diberikan oleh Allah swt, kepada Manusia sebagai manifestasi dari unsur ruh yang ditiupkan dari sisi-Nya, manusia juga di takdirkan memiliki kelemahan kelemahan sebagai bawaan dari unsur jasad yang diciptakan dari tanah. Semua kelemahan kelemahan manusia itu telah di jelaskan dalam sejumlah ayat dalam Al Qur an, antara lain :
a. Ketergesa gesahan.
Dalam hal ini Allah swt, berfirman :
"Dan manusia ( seringkali ) berdoa untuk kejahatan sebagaimana ( biasanya ) dia berdoa untuk kebaikan. Dan memang manusia bersifat tergesa gesa ". ( Q.S ;17 ; 11 ) ".
"Manusia di ciptakan ( bersifat ) tergesa gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda tanda ( kekuasaan-Ku ). Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya. "
( Q.S : 21 ; 37 ).
b. Keserakahan.
Dalam hal ini, Allah swt, berfirman :
"Ingatlah ! pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka jahannam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung, dan punggung mereka ( seraya dikatakan ) kepada mereka, "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu ". ( Q.S : 9 ; 35 ).
"Katakanlah (Muhammad), "Sekiranya kamu menguasai perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya (perbendaharaan ) itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya. " Manusia itu memang sangat kikir ". ( Q.S : 17 ;100 ).
c. Ketidaksabaran, keragu-raguan.
Dalam hal ini, Allah swt, berfirman :
"Dan sungguh telah kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya". ( Q.S : 20 ; 115 )
"Sungguh manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila mendapat kebaikan ( harta ) dia jadi kikir ". ( Q.S : 70 ; 19 - 21 )
d. Kecongkakan dan kesombongan.
Dalam hal ini, Allah swt, berfirman :
"Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri. Yaitu orang orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Kami telah menyediakan untuk orang orang kafir azab yang menghinakan". ( Q.S : 4 ; 36 - 37 ).
"Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa. Maka orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari keesaan Allah, dan mereka adalah orang orang yang sombong. Tidak diragukan lagi bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang orang yang sombong".
( Q.S : 16 ; 22 - 23 ).
e. Sikap Tidak Berterimakasih.
Dalam hal ini, Allah swt, berfirman :
"Dan jika kami berikan rahmat Kami kepada manusia kemudian (rahmat itu) kami cabut kembali, pastilah mereka menjadi putus asa dan tidak berterima kasih. Dan jika Kami beri kebahagiaan kepadanya setelah ditimpa bencana yang menimpanya, nisdcaya dia akan berkata, "Telah hilang bencana itu dariku." Sesungguhnya dia merasa sangat gembira dan bangga ". ( Q.S : 11 ; 9 - i0 )
"Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepda-Nyalah kamu minta pertolongan. Kemudian apabila Dia telah menghilangkan bencana dari kamu, malah sebagian kamu mempersekutukan Tuhan dengan (yang lain) ". ( Q.S ; 16 ; 53 - 54 ).
f. Sifat Pamer ( ekshibisionisme ).
Dalam hal ini Allah swt, berfirman :
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan ( bertingkah laku ) seperti orang orang jahiliah dahulu ...". ( Q.S : 33 ; 33 ).
g. Suka Menganiaya dirinya sediri.
Dala hal ini Allah swt, berfirman :
"Dan diantara mereka ada yang melihat kepada engkau. Tetapi apakah engkau dapat memberi petunjuk kepada orang yang buta, walaupun mereka tidak memperhatikan ? Sesungguhnya Allah tidak menganiaya manusia sedikitpun, tetapi manusia itulah yang menganiaya dirinya sendiri ". ( Q.S : 10 ; 43 - 44 ) .
h. Sangat mencintai hasrat hasrat, kepada wanita, kekayaan dan harta benda
Dalam hal ini Allah swt berfirman :
"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan perempuan, anak anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan hewan ternak dan sawah ladang. itulah kesengan hidup di dunia, dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik ". ( Q.S : 3 ; 13 ).
Barangsiapa yang menata dan mengelola dirinya, keluarganya, dan masyarakatnya dengan prinsip prinsip manajemen Al Qur an, maka sesungguhnya dia telah memilih manajemen hidup yang benar. Dan siapa saja yang mengelola dan menata hidupnya, keluarganya dan masyarakatnya dengan prinsip prinsip manajemen yang di ciptakan oleh pikiran pikiran manusia, maka sesungguhnya dia telah memilih manajemen hidup yang salah dan sesat. Sebab Sang Pencipta dan Penguasa manusia lebih mengetahui tentang manusia daripada manusia itu sendiri.
Allah swt. sebagai Pencipta, Penguasa, dan Pengatur manusia dan alam semesta ini telah menyatakan dalam firman-Nya ; Q.S. 39/41 :
"Sungguh, Kami telah menurunkan kepadamu kitab ( Al Qur an ) dengan membawa kebenaran, untuk manusia. Barang siapa mendapat petunjuk (dari Al Qur an) maka ( petunjuk itu ) untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang sesat ( tidak mengambil petunjuk dari Al Qur an ) maka sesungguhnya kesesatan itu untuk dirinya sendiri, dan engkau ( Muhammad ) bukanlah orang yang bertanggung jawab atas mereka".
Manusia ( man ).
Manusia pertama yang di ciptakan oleh Allah swt, adalah Adam kemudian istrinya Hawa. Adam dan Hawa berikut anak turunnya telah di takdirkan oleh Allah untuk menjadi penghuni planet bumi yang di beri misi dan tujuan untuk beribadah kepada Allah dan menjadi khalifatullah ( pengganti Allah ) di muka bumi, yang mana dengan kedua misi itu pula mereka akan di uji.
Sebagai manajemen langit, Al Qur an dalam sejumlah ayatnya telah menjelaskan sedemikian rupa, siapa sebenarnya manusia yang menjadi unsur utama dalam manajemen itu. Mulai dari bahan penciptaannya, proses penciptaannya, sifat sifatnya, karakternya, kecenderungannya, kekurangannya, kelebihannya, apa yang paling di cintainya, apa yang paling di takutinya, sampai kepada apa yang akan membawa kepada kebahagiaannya dan apa yang akan membawa kepada penderitaannya, baik dalam kehidupan didunia ini dan kehidupan berikutnya di akhirat. Penjelasan yang tidak akan pernah di temukan dalam buku buku manajemen manapun hasil pemikiran manusia.
a. Nenek moyang manusia
Dalam hal ini, Allah swt, berfirman ; Q.S ; 39 / 6 :
"Dia yang menciptakan kamu dari diri yang satu ( Adam ) , kemudian darinya Dia jadikan pasangannya ( Hawa ) , dan Dia menurunkan delapan pasang hewan ternak untukmu. Dia menjadikan kamau dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang berbuat demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang memiliki kerajaan. Tidak ada Tuhan Selain Dia , maka mengapa kamu dapat di palingkan ?"
b, Bahan Baku Dan Proses Penciptaannya
Dalam hal ini Allah swt, berfirman; Q.S ; 40 / 67 :
"Dialah yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu dari segumpal darah, kemudian kamu dilahirkan sebagai seorang anak, kemudian dibiarkan kamu sampai dewasa, lalu menjadi tua. Tetapi diantara kamu ada yang dimatikan sebelum itu. ( Kami perbuat demikian ) agar kamu sampai kepada kurun waktu yang di tentukan. Agar kamu mengerti. "
"Wahai manusia ! jika kamu meragukan ( hari ) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu; dan kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak kami sampai waktu yang telah ditentukan, kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian ( dengan berangsur angsur ) kamu sampai kepada usia dewasa, dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) diantara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun ), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah di ketahuinya ..."
(Q.S : 22 ; 5 ).
c. Sifat asli manusia ( ruh ).
Dalam hal ini Allah swt, berfirman :
"Dan ( ingatlah ) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, " Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka apabila Aku telah menyempurnakan ( kejadian )nya, dan Aku telah meniupkan roh ( ciptaan )-Ku kedalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud".
( Q.S : 15 ; 28-29 )
"Dan ( ingatlah ) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi ( tulang belakang ) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka ( seraya berfirman ), "Bukankah Aku ini Tuhanmu ?" Mereka menjawab, "Betul ( Engkau Tuhan kami ), kami bersaksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, "Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini".
( Q.S : 7 ;172 )
"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama ( islam ); ( sesuai ) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia ( menurut ) fitrah itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui ".
( Q.S : 30 ; 30 )
d. Manusia diberikan beberapa kemampuan.
Dalam hal ini Allah swt Berfirman :
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani agar kamu bersyukur". ( Q.S :16 ; 78 ).
"Wahai golongan jin dan manusia ! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan ( dari Allah ) ". ( Q.S : 33 ; 34 )
"Bukankah kami telah menjadikan untuknya sepasang mata. Dan lidah dan sepasang bibir. Dan kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan ( kebajikan dan kejahatan )".
( Q.S : 90 ; 7-9-10 )
e. Manusia di lengkapi keperibadian unik dan unggul.
Dalam hal ini Allah swt, berfirman :
"Dan Sungguh telah Kami muliakan anak Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan kami beri mereka rezeki dari yang baik baik dan Kami lebihkan mereka diatas semua makhluk yang kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna". ( Q.S : 17 ; 70 ).
f. Manusia Diberi Kesanggupan Mengambil Keputusan Keputusan Moral
Dan Memilih Dari Bebagai Alternatif.
Dalam hal ini Allah swt, berfirman :
"Sungguh Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur, yang Kami hendak mengujinya ( dengan perintah dan larangan ), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur ". ( Q.S : 76 ; 2-3 )
Kelemahan Kelemahan Manusia
Disamping kelebihan kelebihan yang diberikan oleh Allah swt, kepada Manusia sebagai manifestasi dari unsur ruh yang ditiupkan dari sisi-Nya, manusia juga di takdirkan memiliki kelemahan kelemahan sebagai bawaan dari unsur jasad yang diciptakan dari tanah. Semua kelemahan kelemahan manusia itu telah di jelaskan dalam sejumlah ayat dalam Al Qur an, antara lain :
a. Ketergesa gesahan.
Dalam hal ini Allah swt, berfirman :
"Dan manusia ( seringkali ) berdoa untuk kejahatan sebagaimana ( biasanya ) dia berdoa untuk kebaikan. Dan memang manusia bersifat tergesa gesa ". ( Q.S ;17 ; 11 ) ".
"Manusia di ciptakan ( bersifat ) tergesa gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda tanda ( kekuasaan-Ku ). Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya. "
( Q.S : 21 ; 37 ).
b. Keserakahan.
Dalam hal ini, Allah swt, berfirman :
"Ingatlah ! pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka jahannam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung, dan punggung mereka ( seraya dikatakan ) kepada mereka, "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu ". ( Q.S : 9 ; 35 ).
"Katakanlah (Muhammad), "Sekiranya kamu menguasai perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya (perbendaharaan ) itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya. " Manusia itu memang sangat kikir ". ( Q.S : 17 ;100 ).
c. Ketidaksabaran, keragu-raguan.
Dalam hal ini, Allah swt, berfirman :
"Dan sungguh telah kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya". ( Q.S : 20 ; 115 )
"Sungguh manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Dan apabila mendapat kebaikan ( harta ) dia jadi kikir ". ( Q.S : 70 ; 19 - 21 )
d. Kecongkakan dan kesombongan.
Dalam hal ini, Allah swt, berfirman :
"Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri. Yaitu orang orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Kami telah menyediakan untuk orang orang kafir azab yang menghinakan". ( Q.S : 4 ; 36 - 37 ).
"Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa. Maka orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari keesaan Allah, dan mereka adalah orang orang yang sombong. Tidak diragukan lagi bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang orang yang sombong".
( Q.S : 16 ; 22 - 23 ).
e. Sikap Tidak Berterimakasih.
Dalam hal ini, Allah swt, berfirman :
"Dan jika kami berikan rahmat Kami kepada manusia kemudian (rahmat itu) kami cabut kembali, pastilah mereka menjadi putus asa dan tidak berterima kasih. Dan jika Kami beri kebahagiaan kepadanya setelah ditimpa bencana yang menimpanya, nisdcaya dia akan berkata, "Telah hilang bencana itu dariku." Sesungguhnya dia merasa sangat gembira dan bangga ". ( Q.S : 11 ; 9 - i0 )
"Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepda-Nyalah kamu minta pertolongan. Kemudian apabila Dia telah menghilangkan bencana dari kamu, malah sebagian kamu mempersekutukan Tuhan dengan (yang lain) ". ( Q.S ; 16 ; 53 - 54 ).
f. Sifat Pamer ( ekshibisionisme ).
Dalam hal ini Allah swt, berfirman :
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan ( bertingkah laku ) seperti orang orang jahiliah dahulu ...". ( Q.S : 33 ; 33 ).
g. Suka Menganiaya dirinya sediri.
Dala hal ini Allah swt, berfirman :
"Dan diantara mereka ada yang melihat kepada engkau. Tetapi apakah engkau dapat memberi petunjuk kepada orang yang buta, walaupun mereka tidak memperhatikan ? Sesungguhnya Allah tidak menganiaya manusia sedikitpun, tetapi manusia itulah yang menganiaya dirinya sendiri ". ( Q.S : 10 ; 43 - 44 ) .
h. Sangat mencintai hasrat hasrat, kepada wanita, kekayaan dan harta benda
Dalam hal ini Allah swt berfirman :
"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan perempuan, anak anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan hewan ternak dan sawah ladang. itulah kesengan hidup di dunia, dan disisi Allah-lah tempat kembali yang baik ". ( Q.S : 3 ; 13 ).
Kamis, 01 Oktober 2009
Renungan
Tidak ada yang lebih berguna daripada buku, tidak ada yang lebih memberi peringatan daripada kuburan, tidak ada yang lebih membosankan daripada maksiat, tidak ada yang lebih mulia daripada sikap zuhud, dan tidak ada kekayaan yang lebih baik dari pada qana ah
Kebahagiaan adalah ketika jiwa telah berhasil mencapai tingkat kesempurnaannya, kemenangan adalah ketika jiwa telah mendapatkan buah dari amalannya, dan nasib yang baik adalah ketika dunia yang dicarinya telah mengabdi kepadanya.
Keberuntungan yang sedikit lebih baik daripada harta yang banyak, menyendiri dengan maksud menjaga harga diri lebih baik daripada kekuasaan namun mempraktikkan nilai nilai kehinaan, dan ketidakberdayaan namun masih dalam jalur ketaatan lebih baik daripada kekuatan namun dalam jalur kemaksiatan.
Orang yang bahagia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya, orang yang beruntung adalah orang yang banyak hartanya dan banyak melakukan kebaikan, dan orang yang mendapatkan berkah adalah orang yang bertambah ilmunya lalu semakin bertambah takwanya.
Kegembiraan yang disebabkan oleh dunia adalah kegembiraan anak kecil, kegembiraan yang disebabkan oleh pujian yang baik adalah kegembiraan orang orang besar, sedangkan kegembiraan yang disebabkan oleh apa yang ada di sisi Allah adalah kegembiraan para wali dan orang orang pilihan Allah.
Seringkali kesenangan melahirkan penyesalan, seringkali kesalahan sepele menghantarkan pada kehinaan, seringkali kemaksiatan berakibat tercabutnya nikmat, dan seringkali tertawa berujung pada tangisan.
Di dunia ini ada surga, yang barangsiapa ketika di dunia tidak bisa memasukinya maka dia tidak akan pernah masuk surga akhirat. Surga dunia itu adalah dzikir kepada Allah, taat kepada-Nya, cinta kepada-Nya, selalu berusaha dekat dengan-Nya, dan merindukannya.
Orang yang telah mencapai puncak dari apa yang di senanginya akan mendapatkan puncak apa yang tidak disenanginya, kecuali ibadah kepada Allah yang penghujungnya adalah keridhaan-Nya dan tersenyum di surga-Nya.
Kebutuhan orang lain kepada diri anda adalah sebuah nikmat, maka janganlah pernah bosan menghadapinya, karena bisa berbalik menjadi bencana. Ketahuilah bahwa yang terbaik dari hari hari anda adalah ketika anda menjadi tujuan, dan bukan anda yang menuju orang lain.
Tingkatkan amalan anda, perndekkan angan angan anda, tunggu ajal anda, jalani kehidupan hari ini, hadapi masalah anda, pahami zaman dimana anda hidup, dan jagalan lisan anda.
Bersimpuhlah pada sepertiga malam terahir, bentangkan kedua tangan anda, lemparkan pandangan kedua mata anda, lalu katakan, "Kami datang dengan dagangan yang murah, maka penuhilah timbangan kami, wahai Yang Maha Agung.
Terimalah apa yang dilakukan Allah terhdap diri anda dengan penuh keridhaan, dan jangan mengharapkan sesuatu keadaan yang lebih dari apa yang telah Allah tetapkan atas diri anda, jangan mengharapkan keadaan yang sudah ada akan di hapuskan, karena Dia lebih tahu daripada anda sendiri dan lebih mengasihi daripada ibu anda sendiri.
Jahuilah kesedihan sebab kesedihan adalah racun, jahuilah sikap lemah karena sikap lemah adalah kematian, jauhilah kemalasan karena kemalasan adalah kegagalan, dan jahuilah pendapat yang tidak lurus karena pendapat seperti itu adalah manajemen yang buruk.
Jadikanlah kegembiraan sebagai ungkapan syukur, jadikan kesedihan sebagai wujud kesabaran, jadikan diam sebagai tafakkur, jadikan penyikapan pada masalah sebagai pembelajaran, jadikan ucapan sebagai dzikir, jadikan hidup sebagai ketaatan, dan jadikan kematian sebagai cita-cita.
Jadilah seperti burung yang rezkinya datang setiap pagi dan shore, tidak pernah dipusingkan oleh hari esok, tidak pernah percaya kepada siapapun selain Allah, tidak pernah menyakiti siapapun, bayangannya ringan, dan gerakannya indah.
Jauhilah cinta yang berlebihan dan cinta yang di larang, sebab itu adalah adzab bagi jiwa, dan penyakit bagi hati. Kembalilah kepada Allah, banyak banyaklah mengingat-Nya dan mentaati-Nya.
Jadilah sosok yang berpandangan luas. Berusahalah untuk memaafkan siapa saja yang berbuat jahat kepada anda agar anda bisa menikmati hidup ini dengan damai dan tenang, dan enyahkan jauh-jauh niatan untuk membalas dendam.
Dan yang terahir, usahakanlah melakukan takbirotul ikhram bersama imam, perbanyaklah berdiam diri di mesjid, dan biasakanlah untuk menyegerakan sholat agar anda mendapat kebahagiaan.
hiduplah bersama Al Qur an, baik dengan cara menghafal, membaca, mendengarkan atau merenungkannya. Sebab ini merupakan obat yang mujarab untuk mengusir kesedihan dan kedukaan.
Bertawakkallah kepada Allah dan serahkan semua perkara kepadanya. Terimalah semua ketentuannya dengan sepenuh hati, berlindunglah kepadanya, dan bergantunglah kepada-Nya karena Dia cukup sebagai pelindung anda.
Salam ........
Kebahagiaan adalah ketika jiwa telah berhasil mencapai tingkat kesempurnaannya, kemenangan adalah ketika jiwa telah mendapatkan buah dari amalannya, dan nasib yang baik adalah ketika dunia yang dicarinya telah mengabdi kepadanya.
Keberuntungan yang sedikit lebih baik daripada harta yang banyak, menyendiri dengan maksud menjaga harga diri lebih baik daripada kekuasaan namun mempraktikkan nilai nilai kehinaan, dan ketidakberdayaan namun masih dalam jalur ketaatan lebih baik daripada kekuatan namun dalam jalur kemaksiatan.
Orang yang bahagia adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalnya, orang yang beruntung adalah orang yang banyak hartanya dan banyak melakukan kebaikan, dan orang yang mendapatkan berkah adalah orang yang bertambah ilmunya lalu semakin bertambah takwanya.
Kegembiraan yang disebabkan oleh dunia adalah kegembiraan anak kecil, kegembiraan yang disebabkan oleh pujian yang baik adalah kegembiraan orang orang besar, sedangkan kegembiraan yang disebabkan oleh apa yang ada di sisi Allah adalah kegembiraan para wali dan orang orang pilihan Allah.
Seringkali kesenangan melahirkan penyesalan, seringkali kesalahan sepele menghantarkan pada kehinaan, seringkali kemaksiatan berakibat tercabutnya nikmat, dan seringkali tertawa berujung pada tangisan.
Di dunia ini ada surga, yang barangsiapa ketika di dunia tidak bisa memasukinya maka dia tidak akan pernah masuk surga akhirat. Surga dunia itu adalah dzikir kepada Allah, taat kepada-Nya, cinta kepada-Nya, selalu berusaha dekat dengan-Nya, dan merindukannya.
Orang yang telah mencapai puncak dari apa yang di senanginya akan mendapatkan puncak apa yang tidak disenanginya, kecuali ibadah kepada Allah yang penghujungnya adalah keridhaan-Nya dan tersenyum di surga-Nya.
Kebutuhan orang lain kepada diri anda adalah sebuah nikmat, maka janganlah pernah bosan menghadapinya, karena bisa berbalik menjadi bencana. Ketahuilah bahwa yang terbaik dari hari hari anda adalah ketika anda menjadi tujuan, dan bukan anda yang menuju orang lain.
Tingkatkan amalan anda, perndekkan angan angan anda, tunggu ajal anda, jalani kehidupan hari ini, hadapi masalah anda, pahami zaman dimana anda hidup, dan jagalan lisan anda.
Bersimpuhlah pada sepertiga malam terahir, bentangkan kedua tangan anda, lemparkan pandangan kedua mata anda, lalu katakan, "Kami datang dengan dagangan yang murah, maka penuhilah timbangan kami, wahai Yang Maha Agung.
Terimalah apa yang dilakukan Allah terhdap diri anda dengan penuh keridhaan, dan jangan mengharapkan sesuatu keadaan yang lebih dari apa yang telah Allah tetapkan atas diri anda, jangan mengharapkan keadaan yang sudah ada akan di hapuskan, karena Dia lebih tahu daripada anda sendiri dan lebih mengasihi daripada ibu anda sendiri.
Jahuilah kesedihan sebab kesedihan adalah racun, jahuilah sikap lemah karena sikap lemah adalah kematian, jauhilah kemalasan karena kemalasan adalah kegagalan, dan jahuilah pendapat yang tidak lurus karena pendapat seperti itu adalah manajemen yang buruk.
Jadikanlah kegembiraan sebagai ungkapan syukur, jadikan kesedihan sebagai wujud kesabaran, jadikan diam sebagai tafakkur, jadikan penyikapan pada masalah sebagai pembelajaran, jadikan ucapan sebagai dzikir, jadikan hidup sebagai ketaatan, dan jadikan kematian sebagai cita-cita.
Jadilah seperti burung yang rezkinya datang setiap pagi dan shore, tidak pernah dipusingkan oleh hari esok, tidak pernah percaya kepada siapapun selain Allah, tidak pernah menyakiti siapapun, bayangannya ringan, dan gerakannya indah.
Jauhilah cinta yang berlebihan dan cinta yang di larang, sebab itu adalah adzab bagi jiwa, dan penyakit bagi hati. Kembalilah kepada Allah, banyak banyaklah mengingat-Nya dan mentaati-Nya.
Jadilah sosok yang berpandangan luas. Berusahalah untuk memaafkan siapa saja yang berbuat jahat kepada anda agar anda bisa menikmati hidup ini dengan damai dan tenang, dan enyahkan jauh-jauh niatan untuk membalas dendam.
Dan yang terahir, usahakanlah melakukan takbirotul ikhram bersama imam, perbanyaklah berdiam diri di mesjid, dan biasakanlah untuk menyegerakan sholat agar anda mendapat kebahagiaan.
hiduplah bersama Al Qur an, baik dengan cara menghafal, membaca, mendengarkan atau merenungkannya. Sebab ini merupakan obat yang mujarab untuk mengusir kesedihan dan kedukaan.
Bertawakkallah kepada Allah dan serahkan semua perkara kepadanya. Terimalah semua ketentuannya dengan sepenuh hati, berlindunglah kepadanya, dan bergantunglah kepada-Nya karena Dia cukup sebagai pelindung anda.
Salam ........
Selasa, 22 September 2009
Manajemen Bumi
Sebelum kita masuk lebih dalam pada pembahasan manajemen langit, alangkah baiknya kita mengingat ingat kembali mengenai pengertian manajemen yang telah berlaku di bumi. Hal ini supaya memudahkan kita untuk memahami apa itu yang di maksud manajemen langit.
Secara sederhana manajemen dapat diartikan mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan berdasarkan POAC. Yaitu Perencanaan (planning) , pengorganisasian (organizing) , pelaksanaan (actuating) dan pengawasan (controling).
Sumberdaya tersebut meliputi manusia (man) , bahan (material) , alat atau sarana prasarana (machine) , cara atau metode atau aturan (methode) , uang (money) dan waktu (time) . Sering disingkat 5 M dan 1-T.
Manusia (man) adalah unsur yang paling penting dan paling dominan dalam manajemen. "The Man Behind The gan" ( Manusia di belakang mesin ) . Sebaik apapun 4 M dan 1-T yang di miliki jika dikelola oleh manusia yang tidak kompeten maka hasilnya tidak optimal.
Bahan (material). Yaitu segala bentuk materi yang di sediakan oleh Allah di muka bumi ini. Baik berupa hewan, tumbuhan maupun benda mati. Ataupun segala sesuatu hasil kombinasi diantara benda mati dan benda hidup.
Pada dasarnya antara, antara materi dan alat terdapat banyak persamaan. Bedanya kalau materi turut bereaksi menjadi produk. Sedangkan alat tidak turut beraksi. Atau dengan kata lain materi berubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain sedangkan alat tidak berubah.
Contohnya sapi, bisa menjadi alat bisa menjadi bahan. Ketika dipakai untuk membajak sawah maka sapi adalah alat. Tapi ketika disembelih maka ia menjadi bahan makanan berupa daging.
Alat (machine) , adalah benda hidup atau mati selain manusia, yang berguna untuk membantu atau memudahkan proses produksi dan tidak turut beraksi. Misalnya gedung, komputer, mobil, motor dan printer.
Cara (method) , adalah aturan. Dapat berupa instruksi kerja, prosedur, petunjuk teknis, panduan, pedoman hingga peratuaran perundang-undangan.
Uang (money ) , adalah alat tukar. Dapat berupa uang atau emas. Dapat berupa rupiah, ringgit, real, peso hingga dolar.
Waktu (time) , adalah masa. Bisa jangka panjang atau jangka pendek, lama atau sebentar. Di pecah dalam harian, mingguan, bulananan, tahunan dan seterusnya. Oleh karenanya, didalam manajemen ada " Tujuan ". Dalam jangka pendek disebut program kerja. Dalam jangka panjang disebut visi atau misi atau rencana strategis atau rencana jangka panjang.
Ada manajemen ada manajer. Keduanya ibarat dua sisi mata uang. Manajemen adalah sistemnya sedangkan manajer adalah orang yang mengelolanya.
Setiap orang yang bekerja dengan prinsip prinsip manajemen sebenarnya ia adalah manajer. Meskipun jabatannya bukan manajer. Seperti seorang ayah yang mengelola urusan keluarga, maka ia adalah manajer bagi istri dan anak anaknya.
Manajer itu bertingkat tingkat ada di berbagai kegiatan. Manajer kelas bawah (bottom) biasa disebut mandor atau supervisor. Kelas menengah (middle) biasa disebut manajer atau senior Manajer. Manajer kelas atas (top) kadang disebut General Manager. Vice President hingga President Director atau Chif Executive Officer ( CEO).
Inilah sedikit tentang pengertian Manajemen dan Manajer yang telah kita kenal dan berlaku di bumi sebagai penemuan pikiran manusia atas izin Allah swt. . Kemudian insya Allah dalam pembahasan berikutnya pembaca akan saya bawa kepada pembahasan manajemen langit ( manajemen Al Qur an ) yang di berlakukan kepada manusia dimuka bumi ini untuk kepentingan kehidupan yang abadi di akhirat dan tentu saja untuk kepentingan manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi ini. Semoga Allah senantiasa memberikan taufik dan hidayahnya kepada kita semua. Amin. Wallahu A lamu bis Showab.
+
Secara sederhana manajemen dapat diartikan mengelola sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan berdasarkan POAC. Yaitu Perencanaan (planning) , pengorganisasian (organizing) , pelaksanaan (actuating) dan pengawasan (controling).
Sumberdaya tersebut meliputi manusia (man) , bahan (material) , alat atau sarana prasarana (machine) , cara atau metode atau aturan (methode) , uang (money) dan waktu (time) . Sering disingkat 5 M dan 1-T.
Manusia (man) adalah unsur yang paling penting dan paling dominan dalam manajemen. "The Man Behind The gan" ( Manusia di belakang mesin ) . Sebaik apapun 4 M dan 1-T yang di miliki jika dikelola oleh manusia yang tidak kompeten maka hasilnya tidak optimal.
Bahan (material). Yaitu segala bentuk materi yang di sediakan oleh Allah di muka bumi ini. Baik berupa hewan, tumbuhan maupun benda mati. Ataupun segala sesuatu hasil kombinasi diantara benda mati dan benda hidup.
Pada dasarnya antara, antara materi dan alat terdapat banyak persamaan. Bedanya kalau materi turut bereaksi menjadi produk. Sedangkan alat tidak turut beraksi. Atau dengan kata lain materi berubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain sedangkan alat tidak berubah.
Contohnya sapi, bisa menjadi alat bisa menjadi bahan. Ketika dipakai untuk membajak sawah maka sapi adalah alat. Tapi ketika disembelih maka ia menjadi bahan makanan berupa daging.
Alat (machine) , adalah benda hidup atau mati selain manusia, yang berguna untuk membantu atau memudahkan proses produksi dan tidak turut beraksi. Misalnya gedung, komputer, mobil, motor dan printer.
Cara (method) , adalah aturan. Dapat berupa instruksi kerja, prosedur, petunjuk teknis, panduan, pedoman hingga peratuaran perundang-undangan.
Uang (money ) , adalah alat tukar. Dapat berupa uang atau emas. Dapat berupa rupiah, ringgit, real, peso hingga dolar.
Waktu (time) , adalah masa. Bisa jangka panjang atau jangka pendek, lama atau sebentar. Di pecah dalam harian, mingguan, bulananan, tahunan dan seterusnya. Oleh karenanya, didalam manajemen ada " Tujuan ". Dalam jangka pendek disebut program kerja. Dalam jangka panjang disebut visi atau misi atau rencana strategis atau rencana jangka panjang.
Ada manajemen ada manajer. Keduanya ibarat dua sisi mata uang. Manajemen adalah sistemnya sedangkan manajer adalah orang yang mengelolanya.
Setiap orang yang bekerja dengan prinsip prinsip manajemen sebenarnya ia adalah manajer. Meskipun jabatannya bukan manajer. Seperti seorang ayah yang mengelola urusan keluarga, maka ia adalah manajer bagi istri dan anak anaknya.
Manajer itu bertingkat tingkat ada di berbagai kegiatan. Manajer kelas bawah (bottom) biasa disebut mandor atau supervisor. Kelas menengah (middle) biasa disebut manajer atau senior Manajer. Manajer kelas atas (top) kadang disebut General Manager. Vice President hingga President Director atau Chif Executive Officer ( CEO).
Inilah sedikit tentang pengertian Manajemen dan Manajer yang telah kita kenal dan berlaku di bumi sebagai penemuan pikiran manusia atas izin Allah swt. . Kemudian insya Allah dalam pembahasan berikutnya pembaca akan saya bawa kepada pembahasan manajemen langit ( manajemen Al Qur an ) yang di berlakukan kepada manusia dimuka bumi ini untuk kepentingan kehidupan yang abadi di akhirat dan tentu saja untuk kepentingan manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi ini. Semoga Allah senantiasa memberikan taufik dan hidayahnya kepada kita semua. Amin. Wallahu A lamu bis Showab.
+
Langganan:
Postingan (Atom)