wisata langit
Image by Cool Text: Logo and Button Generator - Create Your Own Logo

Kamis, 01 Maret 2018

Mungungkap Rahasia Syari'at Langit

Allah SWT. Berfirman dalam Al Qur’an, surat ayat :

 الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ ()رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ () وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ “

(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala, ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana ", Rasulullah SAW bersabda :

 عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " إِذَا قَضَى رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَمْرًا سَبَّحَ حَمَلَةُ الْعَرْشِ ، ثُمَّ سَبَّحَ أَهْلُ السَّمَاءِ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ، حَتَّى يَبْلُغَ التَّسْبِيحُ أَهْلَ هَذِهِ السَّمَاءِ ، ثُمَّ سَأَلَ أَهْلُ السَّمَاءِ السَّابِعَةِ حَمَلَةَ الْعَرْشِ : مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ ؟ فَيُخْبِرُونَهُمْ ، ثُمَّ يَسْتَخْبِرُ كُلُّ سَمَاءٍ السَّمَاءَ الَّتِي تَلِيهَا حَتَّى يَنْتَهِيَ إِلَى هَذِهِ السَّمَاءِ " .

“Ketika Allah menetapkan sebuah keputusan, para malaikat pemikul Arasy (Singgasana ) bertasbih memuji-Nya. Kemudian para penghuni langit yang lebih rendah juga bertasbih, sampai pujian para penghuni langit yang lebih rendah itu mencapai dunia. Kemudian para malaikat yang berada di bawah malaikat malaikat pemikul Arasy itu bertanya, “ Apakah yang dikatakan oleh Tuhan-Mu?” Para malaikat yang lebih tinggi memberi tahu mereka, apa apa yang Dia perintahkan dan para penghuni langit memberitahukan satu sama lain hingga berita itu sampai ke para penghuni bumi. Dalam riwayat yang lain di sebutkan : “Ketika Allah memutuskan sebuah perintah dilangit, para malaikat mengepak ngepakkan sayap mereka karena mematuhi perkataan-Nya. Mengeluarkan suara seperti gemerincingnya sebuah rantai besi yang menyentuh batu batu halus. Ketika kekaguman telah lepas dari hati mereka, mereka bertanya satu sama lain, “ Apakah yang dikatakan oleh Tuhanmu?” mereka menjawab, “Kebenaran, dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar. “ Dalam hadis lain Rasulullah bersabda :

إِنِّي قُمْتُ مِنَ اللَّيْلِ فَتَوَضَّأْتُ وَصَلَّيْتُ مَا قُدِّرَ لِي ، فَنَعَسْتُ فِي مُصَلايَ ، حَتَّى اسْتَثْقَلْتُ ، فَإِذَا أَنَا بِرَبِّي فِي أَحْسَنِ صُورَةٍ ، فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ ، فَقُلْتُ : لَبَّيْكَ يَا رَبِّ ، قَالَ : فِيمَ يَخْتَصِمُ الْمَلأُ الأَعْلَى ؟ قَالَ : قُلْتُ : لا أَدْرِي ، قَالَهَا ثَلاثًا ، قَالَ : فَرَأَيْتُهُ وَضَعَ كَفَّهُ بَيْنَ كَتِفَيَّ ، حَتَّى وَجَدْتُ بَرْدَ أَنَامِلِهِ ، بَيْنَ ثَدْيَيَّ ، فَتَجَلَّى لِي كُلُّ شَيْءٍ وَعَرَفْتُهُ ، فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ ، قَالَ : قُلْتُ : لَبَّيْكَ ، قَالَ : يَا مُحَمَّدُ ، قُلْتُ لَبَّيْكَ رَبِّ ، قَالَ : فِيمَ يَخْتَصِمُ الْمَلأُ الأَعْلَى ؟ قَالَ : قُلْتُ فِي الْكَفَّارَاتِ ، قَالَ : وَمَا هُنَّ ؟ قُلْتُ : الْمَشْيُ عَلَى الأَقْدَامِ إِلَى الْجَمَاعَاتِ ، وَجُلُوسٌ فِي الْمَسَاجِدِ بَعْدَ الصَّلَوَاتِ ، وَإِسْبَاغُ الْوضُوءِ حَتَّى الْكَرِيهَاتِ ، قَالَ : وَمَا الدَّرَجَاتُ ؟ قُلْتُ : إِطْعَامُ الطَّعَامِ ، وَلِينُ الْكَلامِ ، وَالصَّلاةُ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

 Aku bangun dimalam hari dan mengambil air wudhu kemudian sholat, namun aku merasa mengantuk dalam shalatku, sehingga akupun tertidur . tuhanku menghampiri, Maha suci dan Maha Tinggi Dia, dalam bentuk yang paling baik dan berkata, Wahai Muhammad.” Aku menjawab, “ Ya Tuhanku, aku penuhi panggilan-Mu. Tuhan berkata “ apakah yang diperselisihkan oleh dewan malaikat tertinggi? ( al Malaul A’la )? Aku menjawab, Aku tidak tahu.” Dia berkata begitu tiga kali, kemudian meletakkan telapak tangan-Nya diantara dua bahuku. Sehingga Aku merasakan dingin jari jemari-Nya menembus dadaku. Kemudian segala sesuatu diperlihatkan kepadaku sehingga aku mengerti. Dia berkata lagi, Wahai muhammad.” Aku menjawab, “Ya Tuhanku, aku penuhi panggilan-Mu. Dia kemudian berkata, “ Apakah yang diperselisihkan oleh dewan malaikat tertinggi? ( al Malaul A’la )? Aku menjawab, “ Mereka berselisih tentang perbuatan perbuatan yang dapat menghapus dosa ( kaffarat ). Dia berkata, “Apa sajakah itu ?” Aku menjawab, “ Berjalan kaki untuk melaksanakan shalat berjamaah, duduk dimasjid setelah mengerjakan shalat, dan menyempurnakan wudhu walau dalam keadaan sulit.” Dia berkata lagi, Apakah yang mereka perbincangkan berikutnya?” Aku menjawab, “ Mengenai tingkatan tingkatan ( amal amal shaleh ).” Dia berkata, “ Apakah itu?” Aku menjawab, “ Memberikan makan, berkata yang lembut, dan salat dimalam hari ketika orang orang terlelap tidur. ( Misykat, Hal 151 ) Dalam kesempatan lain Rasulullah bersabda :


 إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ إِنِّي أُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِي فِي السَّمَاءِ فَيَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ فَيُحِبُّهُأَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ.رواه البخاري


 “ Sesungguhnya jika Allah membenci seseorang, Dia memanggil Jibril dan berkata, “ Aku mencintai si fulan, karena itu cintailah dia! “ Dan Jibrilpun kemudian mencintainya. Kemudian setelah itu Jibril mengumumkannya di langit seraya berseru, “ Allah telah mencintai si fulan, karena itu cintailah dia! “ Para penghuni langitpun turut mencintainya, kemudian keberhasilan di muka bumi terbentang untuknya. ( HR. Bukhari ) Nabi saw bersabda : “Para malaikat berdoa untuk salah seorang diantara kamu selama ia masih duduk di tempat salatnya, dengan berkata, “Ya Allah, berikanlah rahmat kepadanya, Ya Allah ampunilah dia, “Ya Allah, kasihanilah dia, “ selama ia tidak merusak atau membatalkan wudhunya. Beliau juga bersabda ; “ tiada hari ketika orang bangun dari tidurnya kecuali dua malaikat turun, dan salah seorang dari mereka berkata, “ Ya Allah, berilah balasan yang baik kepada orang yang dermawan. Dan malaikat yang lain berkata, “ Ya Allah berikanlah kehancuran kepada orang yang kikir. “


 Keterangan Syaikh Waliyullah Dihlawiy setelah membahas hadits hadits diatas dalam kitabnya Hujjatullah Al Balighah, ia mengatakan, “ Ketahuilah, sungguh telah banyak diriwayatkan dalam hadits bahwa Allah Swt. Memiliki hamba hamba yang paling baik diantara para malaikat dan yang paling dekat kehadirat-Nya. Mereka tidak henti hentinya mendoakan orang orang selalu memperbaiki dirinya ( ishlah diri ) serta berusaha memperbaiki orang lain ( mengishlah masyarakat ), sehingga doa doa para malaikat tersebut menjadi sebab bagi turunnya keberkahan dan rahmat kepada mereka. Para malaikat tersebut juga selalu mengutuk orang orang yang bermaksiat kepada Alllah dan menyebarluaskan kejahatan, sehingga kutukan mereka menjadi sebab bagi kesedihan dan penyesalan yang selalu melekat dalam jiwa orang orang tersebut.


 Doa do’a merekapun ( malaikat atas ) menyebabkan munculnya ilham pada para malaikat yang tingkatannya ada di bawah mereka ( al Mala’ al Safil ), sehingga mereka turut membenci dan memurkai para pelaku kejahatan tersebut dan mendoakan keburukan bagi dirinya, baik di dunia ini maupun ketika pakaian tubuh duniawinya telah di tanggalkan setelah kematiannya. Para Malaikat tertinggi itu ( al Mala’ al A’la ) adalah utusan dan perantara antara Allah dan hamba hamba-Nya. Dan mereka mengilhamkan kebaikan kedalam hati ummat manusia. Jelasnya, mereka itu merupakan sebab bagi munculnya dorongan hati yang baik dalam diri manusia melalui berbagai sebab akibat. Mereka juga selalu mengadakan pertemuan, dimanapun dan dengan cara bagaimanapun, sesuai dengan kehendak Allah.


 Pertemuan itu mereka sebut sebagai “ pertemanan tertinggi ( Rofiqul A’la ), lingkaran tertinggi ( Nadal A’la ), dan Dewan Malaikat tertinggi ( Malaul A’la ). Ruh ruh manusia yang utama, termasuk diantara kelompok malaikat tersebut dan bergabung dengan mereka. Seperti diungkapkan dalam firman Allah : يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ () ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً () فَادْخُلِي فِي عِبَادِي () وَادْخُلِي جَنَّتِي “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.” Hal ini juga di perkuat oleh sabda Nabi saw.: “ Aku melihat Ja’far ibn Abi Thalib sebagai seorang malaikat yang sedang terbang mengepakkan sayapnya bersama para malaikat lainnya.” Kepada merekalah pertama kali, keputusan Tuhan ( qadha’ ) turun dan perintah ( amr ) ditetapkan. Sebagaimana diisyaratkan dalam firman-Nya: فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ () أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah. (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul, Dsini pula, hukum hukum syari’at dalam beberapa aspeknya, ditentukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar