Rabu, 31 Maret 2010

Visi dan Misi Hidup Manusia

Didalam manajemen langit telah di jelaskan tentang visi dan misi hidup manusia. Visi dan misi ini akan mengarahkan kehidupan manusia kepada arah yang diinginkan oleh Sang Pencipta manusia dan akan menjadi kebahagiaan kepada manusia sendiri. Berikut ini penjelasannya ;

VISI = Mencari ridho Allah untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan diakhirat


MISI = + Menjadi hamba Allah (beribadah kepada Allah) sampai datang kematian

+ Menjadi kholifah Allah di muka bumi


Perencanaan.

Di dalam manajemen langit segala prosedurnya telah disempurnakan dari langit. Manusia tinggal menjalaninya. Tujuan hidup manusia atau visi dan misinya telah di tentukan oleh sang Maha Pencipta. Begitu pula perencanaan dan cara pelaksanaannya sekaligus pengawasannya. Manusia hanyalah dituntut untuk mengikuti sitem yang dibuat dan melaksanakannya dengan sebaik baiknya. Untuk berjalannya sistem ini Sang Maha Pencipta Allah swt, memberlakukan sistem pembalasan. Siapa yang bisa menjalankan sistem langit ini dengan sebaik baiknya maka ia akan di sediakan kenikmatan surga. Dan siapa yang tidak menjalankan dengan semestinya maka ia diancam dengan siksa neraka.

Setelah mengetahui tujuan hidup yang dijabarkan dalam visi dan misi, sesuai dengan ketentuan dari Sang pencipta manusia. Tugas selanjutnya adalah mengubah tujuan atau misi misi tersebut menjadi sebuah rencana periodik atau program kerja. Dalam hal ini Sang Pencipta dan pengatur manusia telah menentukan bahwa tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah sampai datang kematian. Sepanjang rentang hidupnya ini manusia diperintahkan untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya kepada Allah, sehingga mendapatkan akhir umurnya merupakan puncak kualitas terbaik dalam ibadah dan ketakwaannya kepada Allah yang membawanya kepada khusnul khotimah dan meraih pengampunan dan keridhaan Allah yang sangat besar ketika berjumpa dengan-Nya.

Tujuan hidup manusia terbagi dalam dua bagian:

1.Tujuan jangka panjang,global, biasanya disebut dengan tujuan strategis

2.Tujuan jangka pendek, parsial, bertahap, bisa disebut tujuan teknis.

Dalam penerapannya, tujuan teknis dilakukan untuk mencapai tujuan strategis, sekaigus sebagai sarana untuk meraihnya.

Untuk penentuan tujuan jangka panjang ini Allah swt menjelaskan kepada kita dalam surat al Hijr ayat 99 ;

واعبد ربك حتي يأتيك اليقين

"Dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu".

Kemudian dari tujuan jangka panjang ini di tetapkan sebuah rencana periodik atau program kerja yang sitematis seperti dibawah ini;

- Rencana/program kerja seumur hidup
- Rencana/program kerja tahunan
- Rencana/progran kerja bulanan
- Rencana/program kerja pekanan
- Rencana/program kerja harian

Perinciannya, Rencana/program kerja seumur hidup dipecah menjadi rencana/program kerja tahunan. Rencana/program kerja tahunan dipecah menjadi rencana/program kerja bulanan. Rencana/program kerja bulanan dipecah menjadi rencana/program kerja pekanan. Rencana/program kerja pekanan di pecah menjadi rencana/program kerja harian.

Dengan manajemen seperti ini, tugas yang berat akan terasa ringan, tujuan jangka panjang akan dengan mudah dapat dicapai.

Pengorganisasian

Untuk terlaksananya program program kerja ini. Allah swt dengan kebijaksanaannya telah membagi bagikan tugas dan profesi hamba hambany-Nya didunia ini. Tentang hal ini Allah swt di dalam surat az Zukhruf ayat 32 berfirman :

"Kamilah yang melakukan pembagian pada penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan ".

Di antara kita ada ulil amri (pemegang kekuasaan) yang Allah perintahkan untuk ditaati setelah Allah dan Rasul-Nya, selama pemegang kekuasaan itu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat an Nisa' ayat 59 :

"Wahai orang orang yang beriman ! Taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu".

Diantara kita ada ulama atau ahli ilmu sebagai pewaris para nabi tempat orang orang awam bertanya tentang urusan agamanya. Dalam hal ini di dalam surat an Nahl ayat 43 Allah swt berfirman :

"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui".

Dari ayat ayat diatas dapatlah dipahami bahwa Allah swt, telah mengorganisir atau membagikan tugas kepada hamba hambanya dalam kehidupan didunia ini. Ada yang menjadi penguasa, ada yang menjadi ahli ilmu agama (ulama'), dan mayoritasnya menjadi orang awam dalam agama. Sehingga untuk kebaikan urusan urusan dunianya mereka butuh kepada penguasa, sedangkan untuk kebaikan urusan urusan agamanya (akhiratnya) mereka membutuhkan para ulama, sedangkan para penguasa dan para ulama butuh kepada bantuan orang orang awam. Dengan demikian terjadi koordinasi dan sinerji diantara mereka yang membuat kehidupan ini akan berjalan sesuai tujuan penciptaan.

Pelaksanaan

Didalam surat al 'Ashr Allah swt, menjelaskan tentang ciptaannya yang bernama manusia, bahwa seluruh manusia dalam keadaan merugi kecuali mereka yang beriman, yaitu beriman kepada Allah dan sifat sifatnya yang sempurna. Beriman kepada adanya malaikat berikut sifat sifat dan tugasnya. Beriman kepada kitab kitabnya, khususnya kitabnya yang terahir yaitu al Qur'an berikut program programnya. Beriman kepada Rasul Rasul-Nya yang bertugas memogramkan kitab kitab-Nya kepada kepada hamba hanba-Nya. Beriman kepada hari akhir berikut segala apa yang di kabarkan Allah dan Rasul-Nya di dalamnya. Dan beriman kepada Qoda' dan qodar-Nya.

Begitu pula manusia dalam keadaan merugi kecuali mereka yang beramal sholeh. Yang dimaksud beramal sholeh adalah orang orang yang telah MELAKSANAKAN program program kerja atau perencanaan yang telah di tetapkan oleh Allah Pencipta dan Pengaturnya dalam al Qur'an sebagai kitab yang diimaninya mememuat perencanaan dan program program kerja yang harus dibumikan dan dilaksanakan dalam kehidupannya.

Di dalam Al Qur'an, Visi, misi dan perencanaan di simpulkan dalam Rukun iman yang 6. sedangkan pelaksanaannya diwujudkan dalam pelaksanaan rukun islam dalam kehidupan sebagaimana yang disabdakan dan dicontohkan oleh Rosulullah saw.

Pengawasan

Apabila perencanaan dan program kerja telah di laksanakan maka langkah selanjutnya adalah pengawasan. Itulah sebabnya, di dalam surat al Ashr setelah beriman dan beramal sholeh dilanjutkan dengan tugas "Saling memberikan taushiyyah (wasiat/nasihat) tentang pelaksanaan iman dan amalsholeh dengan penuh kesabaran".

Dalam hal ini setiap ummat islam mendapatkan tugas untuk mengawasi yang lain dalam pelaksanaan program program al Qur'an, yang di dalam al Qur'an disebut sebagai pelaksanaan amar ma'ruf nahi mungkar. Dalam menjelaskan hal ini di dalam surat ali imram ayat Allah swt berfirman :

"Kalian adalah ummat yang terbaik yang memerintah kepadan yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah".

1 komentar:

  1. Assalamualaikum

    pa ustad, saya mau bertanya sebetulnya apa sih hikmah Allah menciptakan nafsu lawwamah ?
    kedua, mengapa dalam tulisannya pa ustad selalu memberikan ilustrasi - ilustrasi di dunia. Apa manfaatnya dalam menjelaskan konsep - konsep Islam dengan model seperti itu ?

    BalasHapus